KOMJEN Dharma Pongrekun MASIH INGAT KOMJEN Dharma Pongrekun, Sebelum Muncul Covid Ungkap Agenda Global yang Hancurkan Dunia

Dok Pribadi via tribuntimur

Namanya Komjen Dharma Pongrekun sempat jadi perbincangan setelah viral video tantang agenda global atau sistem global yang menghancurkan dunia.
Dharma Pongrekun mengungkapkan hal ini sebelum munculnya pandemi Covid-19.

 Komjen Dharma Pongrekun saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
Komjen Dharma Pongrekun pernah berbicara di channel JT Perspektif 25 Juli 2020 lalu.


Postingan Komjen Dharma Pongrekun (istimewa)

Penulis buku 'Indonesia dalam Rekayasa Kehidupan' ini menuturkan fenomena yang sedang terjadi saat ini.

Ungkap Agenda Buruk Teknologi Informasi Dunia
Yakni warga dunia digiring menuju pada pada satu sistem dunia yang dikendalikan oleh elite global.

“One system for all, dan nanti kendalinya ada pada chip. Sebenarnya sudah ada, sedang dibuat tinggal pengumpulan data,”  
“Kita nggak perlu bawa apa-apa, semua identitas ada di sini (chip). Data medical record, pasport ada di sini,” jelasnya.

Ini bukan kali pertama Komjen Dharma Pongrekun bicara soal konspirasi global.
Bahkan sebelum pandemi Covid-19 yakni September 2019 dalam video di youtube Dharma juga sudah mengingatkan tentang agenda globalis ini.

"Sekarang telah terjadi gerakan globalisasi yang mana tak hanya menghancurkan Indonesia tapi seluruh dunia, catat itu," katanya.

Dharma menyebut elite global bekerja secara struktur, sistematis dan massif.
"Mereka bekerja secara halus sehingga kita terhipnotis," katanya.

Paparkan Kebohongan Big Tech
Baru-baru ini Dharma lewat instagram pribadinya membagikan sebuah video dari para senator Amerika Serikat tentang kebohongan Big Tech atau yang disebut perusahaan terbesar dan paling dominan di industri teknologi informasi dunia.

Dia menjelaskan bahwa perusahaan Big Tech melakukan takedown terhadap postingan-postingan yang bertentangan dengan agenda mereka, bahkan mereka melakukan pemblokiran terhadap akun-akun yang dianggap melawan.

"Mereka memvonis berita benar dinyatakan hoaks dan kebeneran hanya dimiliki oleh mereka melalui fack checkernya untuk menguasai dan dengan mudah dapat mengendalikan mind orang-orang yang tidak mampu melihat motivasi tersembunyi dibalik semua yang terlihat dengan kasat mata,"jelasnya.

Menurutnya Big Tech tengah memainkan alam bawah sadar yang akan membuat orang-orang tanpa sadar tergiring imajinasinya dengan Imaginasi-imaginasi yang diciptakan, terutama imajinasi ketakutan untuk memberikan sugesti kepada orang-orang yang selama ini tidak memahami kebenaran objektif, karena logikanya telah dibentengi untuk hanya memahami yang terlihat mata.

"Dimana pengetahuan orang-orang tesebut hanya berdasarkan data, jurnal ataupun yang bisa diukur dengan angka, padahal itu semua hanya catatan sejarah yang sudah usang, sehingga bila sesuatu terjadi didepan maka orang-orang tersebut akan kebingungan sehingga kita akan selalu terlambat mengantisipasinya," jelasnya.

Dia pun mengajak masyarakat tidak takut dengan pemberitaan pemberitaan buruk yang dikendalikan oleh Big Tech tersebut untuk memuluskan agenda mereka.

"Percayalah hanya kepada Tuhan, karena hanya Tuhanlah yang patut kita Imani dengan senantiasa berimaginasi kepada-Nya. Ingatlah bahwa kita adalah Image of God, Jadilah bijak agar kita bisa melihat udang di balik batunya.”

Diketahui Dharma tercatat sebagai lulusan Akademi Polisi (Akpol) tahun 1988.
Di Akpol, Dharma dikenal berprestasi dan disiplin.

Dharma yang juga tercatat sebagai staf pengajar utama di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdikpol Polri ini adalah penerima anugerah Adhi Makayasa, gelar kehormatan yang diberikan kepada lulusan terbaik Akpol dan akademi militer (akmil).
Dharma Pongrekun juga pernah mencalonkan diri sebagai Calon Pimpinan KPK.

Dharma bersama 8 jenderal polisi lainnya termasuk Irjen Firli Bahuri.
Namun dalam perjalanannya Firli-lah yang dipilih DPR.




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik