Jangan Panik, Ini 5 Cara Merawat Kucing di Rumah Saat Diare


Ilustrasi kucing tidur sembunyi. (Shutterstock)

Liputan6.com, Jakarta Saat kucing peliharaan mengalami diare, hal itu tentu membuat khawatir pemiliknya. Diare pada kucing biasanya terjadi karena adanya zat pemicu dalam makanan atau minumannya. Bahkan, sebagian kucing mengalami diare karena mengonsumsi susu yang seharusnya untuk manusia.

Tak jarang, pemilik kucing akan langsung membawanya ke dokter hewan agar mendapatkan perawatan dan obat. Namun, ternyata Anda tak perlu panik dan langsung membawanya ke dokter. Anda bisa merawat kucing yang sedang diare di rumah terlebih dahulu.

Melansir PetMD, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk merawat kucing yang sedang diare.

Kapan Kucing Perlu Di Bawa ke Dokter Hewan?

Jika kucing Anda mengalami diare yang relatif ringan, seperti tidak muntah, masih mau makan dan minum, dan terlihat tidak terlalu buruk, Anda masih bisa merawatnya di rumah.

Sebaliknya, jika kucing Anda mengalami salah satu kondisi di bawah ini, segera hubungi dokter hewan untuk melakukan perawatan dan pengobatan.

1. Kucing Anda masih sangat muda, sangat tua, atau memiliki masalah kesehatan mendasar yang membuatnya rentan dengan efek dehidrasi.

2. Kucing mengalami muntah, lesu, depresi, merasa kesakitan, atau memiliki gejala yang mengkhawatirkan lainnya.

3. Diare berair, banyak, sangat sering, dan eksplosif atau meledak-ledak.

4. Diare mengandung darah atau berwarna gelap dan bertekstur lembek.

Jika kucing Anda tak mengalami kondisi seperti yang telah disebutkan, Anda bisa melakukan beberapa perawatan di rumah. Berikut lima pilihan perawatan kucing diare yang dapat dilakukan beserta petunjuknya.

1. Ganti Makanan Kucing

Ilustrasi kucing sedang makan. (Credit: Shutterstock)

Jika kucing mengalami diare, tidak perlu mempertahakan makanannya. Hal tersebut akan menghambat kemampuan saluran ususnya untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Selain itu, kucing juga berisiko mengalami penyakit hati, yakni lipidosis hati yang berpotensi fatal. 

Sebaiknya, hindari camilan dulu dan beri kucing makanan inti yang bernutrisi. Jika Anda baru saja mengubah pola makannya, kembalilah pada makanan sebelumnya dan lihat apakah diare kucing sembuh atau tidak.

Kemungkinan satu atau lebih bahan pada makanan barunya tidak cocok sehingga kucing mengalami diare. Selain itu, tak sedikit kucing yang alergi atau intoleransi makanan akan mengalami kelegaan dari gejalanya ketika mereka makan makanan hipoalergenik atau rendah antigen.

Selain dari dokter hewan, Anda bisa menemukan makanan antigen terbaik yang terbuat dari sumber protein baru.

2. Serat

Ilustrasi Makanan Kucing.(Shutterstock)

Beberapa jenis diare kucing membaik karena menjalani diet rendah serat. Kucing dapat mencoba diet rendah serat jika tidak terlalu sering mengalami diare, tetapi ia mengeluarkan banyak kotoran. 

Berilah makanan yang mudah dicerna untuk kesehatan perut kucing yang sedang sensitif. Produk-produk tersebut harus memiliki kadar serat kasar sekitar 3 persen yang tercantum pada analisis terjaminnya.

Namun, terdapat jenis diare kucing lainnya yang cenderung merespons suplementasi serat, terutama kondisi yang membuat kucing kerap buang air besar namun hanya mengeluarkan sedikit kotoran pada satu waktu.

3. Bantu Asupan Air dan Elektrolit

Ilustrasi Makanan Kucing.(Shutterstock)

Kucing yang sedang diare membutuhkan minum yang cukup agar terhindar dari dehidrasi. Pastikan mangkuk berisi air yang bersih dan segar. Anda juga bisa memberikan mangkuk ekstra berisi kaldu ayam atau sapi yang telah dicairkan. 

Anda juga bisa menambahkan satu atau dua sendok makan air hangat ke dalam makanan kalengnya untuk meningkatkan asupan minumnya.

4. Probiotik

Ilustrasi Makanan Kucing.(Shutterstock)

Adanya bakteri sehat pada saluran usus kucing tentu sangat diperlukan agar pencernaan normal. Namun saat mereka terganggu, diare pada kucing akan berlanjut meski gangguan awal (stres, penyakit terapi antibiotik, dan sebagainya) telah teratasi. 

Suplemen probiotik dapat membantu mengembalikan populasi bakteri usus kucing menjadi normal. Pilih probiotik yang terdapat label normal untuk kucing dan dibuat oleh perusahaan ternama.

5. Obat Antidiare

(c) Shutterstock
Sebagian besar obat antidiare tidak boleh digunakan tanpa pengawasan dokter hewan. Namun, Anda dapat menggunakan obat kaolin-pektin dengan aman pada kucing. Instruksi dosis sekitar 1 sendok teh per 5 pon berat badan setiap empat sampai enam jam.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik