Ilmuwan China di Lab Wuhan Pernah Eksperimen Membuat Virus Corona Hibrida

Foto yang diambil pada 17 April 2020 menunjukkan bangunan laboratorium P4 di Institut Virologi Wuhan, Provinsi Hubei, China.
HECTOR RETAMAL/AFP

WUHAN, Ilmuwan China di laboratorium kota Wuhan, Dr Shi Zhengli dan rekan-rekannya, dilaporkan pernah melakukan eksperimen menciptakan virus corona hibrida baru.

Shi adalah pakar virus corona kelelawar dan beberapa ilmuwan mengatakan, dia bisa memimpin eksperimen peningkatan kekuatan virus (Gain of Function/GOF) untuk mempelajari efeknya dengan lebih baik pada inang.

Menurut New York Times, pada 2017 Shi dan rekan-rekannya di lab Wuhan menerbitkan laporan tentang percobaan menciptakan virus corona hibrida baru.

Caranya dengan mencampur dan mencocokkan bagian dari beberapa virus yang sudah ada, termasuk setidaknya satu yang hampir menular ke manusia, untuk mempelajari kemampuan mereka dalam menginfeksi dan bereplikasi di sel manusia.
Namun dalam e-mail ke surat kabar itu, Shi berkata eksperimennya berbeda dari percobaan peningkatan kekuatan, karena mereka tidak berusaha membuat virus lebih berbahaya.

Sebaliknya, mereka mencoba memahami bagaimana virus dapat menular antar-spesies.

“Laboratorium saya tidak pernah melakukan atau bekerja sama dalam melakukan eksperimen GOF yang meningkatkan virulensi virus,” katanya.
Ia juga membantah virus corona berasal dari kebocoran lab itu, dengan menyebut tak ada bukti yang mengarah ke sana.

"Bagaimana saya bisa memberi bukti untuk sesuatu yang tidak ada buktinya?" kata Dr Shi Zhengli kepada New York Times.

"Saya tidak tahu bagaimana dunia menjadi seperti ini, terus-menerus menyalahkan ilmuwan yang tidak bersalah," lanjutnya dikutip dari AFP, Selasa (15/6/2021).
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bulan lalu memerintahkan badan-badan intelijen untuk menyelidiki asal mula pandemi, termasuk teori kebocoran laboratorium.

Hipotesis kebocoran sebelumnya telah dilontarkan pandemi Covid-19 berlangsung, termasuk oleh pendahulu Biden, Donald Trump, tetapi kerap dipandang sebagai teori konspirasi.

Namun baru-baru ini teori itu mencuat lagi setelah adanya laporan, tiga peneliti dari Institut Virologi Wuhan jatuh sakit pada 2019 setelah mengunjungi goa kelelawar di provinsi Yunnan, China barat daya.




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik