Bali Terancam Alami Kehancuran Ekonomi Permanen

Ilustrasi Bali. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/toonman

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berharap, reaktivasi pariwisata Bali dapat memulihkan perekonomian masyarakat Bali. Sebab, berdasarkan laporan yang diterima pada akhir kuartal kedua Juni 2021 ini, perekonomian Bali kembali terkontraksi.

"Data yang saya dapat, bahwa kontraksi di Bali berlanjut dan angkanya ini tidak terlalu jauh dibandingkan dengan kuartal pertama, malah termasuk kategori yang cukup dalam," ujarnya melalui siaran pers, Senin (14/6).

"Ini yang harus kita sikapi segera, kita harus bergerak cepat, dan kita harus move in dengan kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu bagi yang betul-betul membutuhkan. Kalau tidak akan terjadi permanent damage atau kerusakan yang total dan kerusakan yang fatal. Jadi itu yang kita harapkan, bersama teman-teman industri di sini untuk menghindarkan dari keadaan yang sudah sangat memprihatinkan ini," lanjut Menteri Sandiaga.

Dia berharap, dukungan dan partisipasi aktif segenap pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang tergabung di Bali Tourism Board. Ini dalam membantu persiapan reaktivasi pariwisata Bali sebagai langkah pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Dalam membuka kembali pariwisata ini tentunya kita butuh dukungan industri, karena akhirnya yang mengeksekusi adalah teman-teman yang di garda terdepan yaitu yang bergerak di industri pariwisata dan ekonomi kreatif," ujarnya.

Pelaku industri yang tergabung di dalam Bali Tourism Board agar dapat membantu memastikan berbagai macam prakondisi reaktivasi Bali dilakukan dengan baik.

Prakondisi tersebut meliputi pengendalian COVID-19 yang dapat ditekan, percepatan vaksinasi untuk menciptakan herd immunity, kesiapan destinasi baik dari zona dan rute aman berwisata, serta sertifikasi CHSE end to end.

"Adapun prakondisi lainnya adalah kondisi COVID-19 secara global. Dan tentunya yang berkaitan dengan travel corridor arrangement yang sekarang sedang difinalkan untuk menentukan prasyarat agar wisatawan bisa masuk ke Bali," jelasnya.

Sandiaga Uno Sebut Work From Bali Diluncurkan Bertahap di Juli 2021


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, mengumumkan kebijakan Work From Bali (WFB) akan diluncurkan pada kuartal ketiga atau Juli 2021 mendatang. Pelaksanaannya sendiri akan dilakukan secara bertahap.

"Kebijakan ini terus kita persiapkan di kuartal ketiga akan kita luncurkan secara bertahap dimulai dengan Kementerian dan Lembaga," ucapnya dalam acara Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, ditulis Selasa (8/6)
Kebijakan WFB yang dicetuskan pemerintah ini berlandaskan data-data pergerakan wisatawan yang komprehensif untuk membangkitkan ekonomi Bali. Sejak kuartal pertama Kemenparekraf melakukan WFB atau tepatnya pada Januari 2021, jumlah kunjungan ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kina menunjukkan peningkatan kendati masih jauh di bawah situasi normal sebelum pandemi Covid-19.

"Kami bergerak dengan data, Wisatawan Nusantara yang datang ke I Gusti Ngurah Rai pada Januari 2.500 kunjungan. Dan per hari ini, kunjungan ke Bali meningkat 3 kali lipat menjadi 7.000- 7.500. Di kuartal pertama, Bali masih minus 9,8 persen dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sudah membaik. Namun Bali masih terkontraksi terlalu dalam," terangnya.

Oleh karena itu, implementasi WFB ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Apalagi, panduan protokol kesehatan di sejumlah destinasi Bali telah diberlakukan secara ketat untuk mencegah penularan virus Covid-19.

"Data angka penularan COVID-19 se-Provinsi Bali sangat baik. Beberapa hari terakhir angka penularan COVID-19 di Bali di bawah 100 atau 28 kasus baru," katanya.





#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik