PT KAI Lanjutkan Reaktivasi Jalur Lama di Gresik

Rombongan direksi PT KAI blusukan ke sejumlah kampung yang dilintasi jalur lama kereta api. (Galih Wicaksono/Jawa Pos)

Rencana reaktivasi jalur-jalur lama kereta api (KA) di wilayah perkotaan terus dimatangkan. Setelah sukses menghidupkan perlintasan Stasiun Indro, ke depan perlintasan diperluas. Bahkan, untuk mematangkan rencana itu, Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI (Persero) John Robertho sudah meninjau ke Gresik.

Kedatangan rombongan direksi PT KAI didampingi Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya Heri Siswanto. John Robertho bersama jajaran lain berjalan kaki menyusuri jalur rel KA yang ada di sekitar Jalan Harun Thohir hingga Jalan Nyai Ageng Pinatih sejauh 2 kilometer.

Dalam rencana perluasan reaktivasi jalur lama KA itu, bakal ada banyak rumah yang harus pindah. Terutama rumah yang berada di atas perlintasan. Selama ini warga menempati lahan tersebut dengan status sewa kepada PT KAI. Nah, karena jalur itu akan dihidupkan lagi, warga tentu diminta untuk pindah.

Menurut Luqman Hakim, manajer humas PT KAI Daerah Operasi 8, selain melihat kondisi lapangan, kunjungan direksi itu bertujuan mengetahui gambaran jalur lama KA di Gresik yang akan direaktivasi. ’’Pak Direktur ingin melihat sejauh mana kondisi di lapangan. Misalnya, berapa jumlah pasti bangunan yang berdiri di jalur lama itu,” ujarnya.

Luqman menambahkan, kedatangan manajemen PT KAI sekaligus ingin memastikan apakah warga memiliki legal formal menempati lahan KAI atau tidak. Pihaknya tidak ingin ketika sosialisasi nanti, ada lahan yang justru masih berstatus sewa atau pinjam pakai.

Soal progres reaktivasi jalur lama KA di Gresik, lanjut dia, tim kantor pusat sudah melaksanakan tahap feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Tahapan itu penting untuk menyusun perencanaan serta langkah-langkah yang akan dilakukan sebelum kegiatan reaktivasi direalisasikan. ’’Intinya, saat ini semua masih dalam kajian. Kami masih terus berhitung plus-minusnya dalam mengaktifkan kembali jalur ini,” tuturnya.

Seperti pernah diberitakan, PT KAI cukup sukses menghidupkan kembali perlintasan KA yang semula mati. Saat ini, sudah ada KA yang beroperasi dengan rute Gresik, Surabaya, hingga Sidoarjo PP dengan start dari Stasiun Indro. Sejak beroperasi Februari 2021, jumlah pengguna jasa transportasi KA itu cukup lumayan. Terutama mereka yang selama ini rutin memiliki mobilitas ke Surabaya dan Sidoarjo.

Nah, ke depan PT KAI terus berupaya menghidupkan jalur lama hingga menjangkau Manyar dan Duduksampeyan. Perlintasan itu dinilai prospektif dan menjadi salah satu alternatif transportasi massal dengan tarif murah.





#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik