Lewat Sentra Pengolahan Beras Terpadu, Erick Thohir Ingin Petani Jadi Wirausahawan

Menteri BUMN Erick Thohir meninjau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah, Minggu, 23 Mei 2020. Dok BUMN

23 Mei 2021, 20:41 WIB

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir meninjau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah, Minggu, 23 Mei 2020. SPBT ialah wujud penciptaan kegiatan bisnis secara profesional untuk meningkatan kesejahteraan petani.

SPBT, yang merupakan wujud kolaborasi antara Bank Mandiri dan Pertamina, ini menjadi tahapan dalam program mewirausahakan petani untuk mendukung petani.

Dukungan terutama pada masa panen dan pasca panen, demi menciptakan skala usaha yang lebih besar dan mampu bersaing di pasar.

Erick Thohir pun memuji kolaborasi antara Bank Mandiri dan Pertamina dalam pembentukan SPBT ini. Dikatakan jika penggilingan beras ini tak hanya akan meningkatkan produktifitas petani untuk menghasilkan beras premium demi mewujudkan ketahanan pangan.

"Namun karena dikelola berdasarkan model perusahaan dengan pendampingan dan pengawasan oleh Bank Mandiri, maka SPBT ini akan menjadi milik para petani dan masyarakat lokal," ujar Erick dalam keterangannya.

SPBT Kutowinangun ini memiliki kapasitas produksi sebesar 3 ton/jam dan dikelola bersama PT Mitra Desa Kebumen, yang sahamnya dimiliki Koperasi Migatani Lestari Mandiri yang beranggotakan petani-petani di Kebumen serta PT Mitra BUMDes Nusantara, anak perusahaan BUMN, yang mendukung kebutuhan modal kerja.

Dilengkapi Toko


Menteri BUMN Erick Thohir meninjau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah, Minggu, 23 Mei 2020. Dok BUMN

Erick Thohir bilang, jika korporasi besar bisa menjual produk dengan murah karena skala ekonomi yang besar atau bisa lebih efisien karena memproduksi dalam jumlah massal, maka hal serupa juga dapat dilakukan para petani.

"Pembangunan SBPT ini dan juga pendampingan dari BUMN merupakan satu upaya pengelolaan agar petani bisa lebih sejahtera dalam menikmati hasil jerih payahnya," lanjut Erick.

SPBT Kutowinangun ini juga dilengkapi toko yang menjual beragam pupuk dan kebutuhan sarana produksi pertanian.

SBPT juga memfasilitasi program pembinaan budidaya tanam dengan smart and corporate farming, akses permodalan, bank gabah dan penyaluran dana bergulir.

Dalam peninjauan ke SPBT yang akan membantu peningkatkan produksi beras dan kesejahtaraan hampir 170.000 petani di Kebumen itu, Menteri BUMN didampingi oleh Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi dan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.



#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik