Kondisi Terbaru Stasiun Gresik, akan Segera Diaktifkan Kembali


Tribun jatim/willy abraham
Kondisi terbaru stasiun Gresik di Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik, Selasa (18/5/2021). 

GRESIK - Setelah puluhan tahun mati suri, kawasan stasiun Gresik di wilayah Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik akan diaktifkan lagi.
Rencananya, stasiun itu akan dimanfaatkan sebagai moda transportasi barang.

Pengaktifan kembali stasiun yang berada di wilayah perkotaan Gresik ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Trans Jaya Persada.
Kedua pihak sepakat menandatangani MoU tentang Rencana Kerja Sama Pengembangan Bisnis Berbasis Kereta Api di Kawasan Eks Stasiun Gresik.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha KAI Jeffrie N. Korompis dan Direktur TJP Ignatius Handijoso Siaputra di Gedung Jakarta Railway Center (JRC), Jakarta Pusat, pada Selasa (11/5/2021) pekan lalu.

Kondisi stasiun Gresik terbaru masih menyisakan bangunan asli.
Lantai peron keramik berwarna kuning, kondisi bangunan terbuat dari kayu.
Kondisi loket di dalam stasiun berubah menjadi gudang.

Beberapa ruangan di dalam stasiun itu menjadi lokasi tempat tinggal warga. Bangunan lorong menjadi tempat usaha warung kopi milik warga setempat.
Di kawasan sekitar stasiun tersebut sudah menjadi kawasan padat penduduk.

Rumah warga berdiri di atas lahan milik PT KAI, kondisi rel tertimbun bangunan warga.
Salah satu warga setempat yang tinggal di kawasan Stasiun adalah Sutomo. 
Dia menyebut pihak KAI sudah melakukan survey bahkan sejak tahun 2019.

"Inginnya ada relokasi," singkatnya.
Sutomo enggan berbicara banyak, yang jelas pihaknya akan pulang ke kediaman orang tua istri jika stasiun Gresik aktif kembali.

Warga lainnya bernama Nuryati mengaku sudah puluhan tahun tinggal di stasiun Gresik sejak tidak aktif tahun 80 an. Sebab, almarhum pakdenya bekerja di stasiun.
Ruangan di salah satu stasiun disulap menjadi lokasi tempat tinggal. 
Menjadi ruang tamu, kamar hingga membuat kamar mandi semi permanen di area stasiun.

"Kalau saya minta ganti rugi, saya tidak punya rumah, tinggal dimana saya," kata dia.
Sebelumnya penandatangan sebagai tanda diaktifkan kembali stasiun Gresik ini juga disaksikan oleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dan Komisaris TJP Rudy Djaja Siaputra.

Dilansir Kompas.com penandatanganan nota Kesepahaman ini dimaksudkan sebagai komitmen awal dan landasan bagi para pihak untuk dapat meningkatkan, potensi yang dimiliki masing-masing pihak terkait pengembangan bisnis berbasis kereta api di kawasan eks Stasiun Gresik.

Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman yaitu perencanaan dan penjajakan kerja sama yang saling menguntungkan dan layak (feasible) antara para pihak terhadap pengembangan bisnis berbasis kereta api di kawasan eks Stasiun Gresik.

Selain itu, para pihak juga melaksanakan kajian-kajian meliputi aspek bisnis, finansial, kelayakan, lingkungan, legalitas, risiko dan/atau aspek lainnya yang dibutuhkan sehubungan dengan rencana kerja sama pengembangan bisnis berbasis kereta api di kawasan eks Stasiun Gresik.

Dalam MoU tersebut, KAI berkolaborasi dengan TJP akan melakukan kajian-kajian untuk pengembangan eks Stasiun Gresik serta mereaktivasi jalur kereta api hingga ke Stasiun Indro.

Kawasan eks Stasiun Gresik merupakan lahan KAI dengan luas sekitar 23.000 m2.
Stasiun tersebut rencananya akan dioperasikan oleh PT Trans Jaya Persada dengan status sewa lahan milik KAI untuk kerja sama angkutan barang.

Eks Stasiun Gresik berada dekat dengan 3 kawasan industri yang cukup besar dengan berbagai macam produk seperti industri plastik, kayu, makanan, energi, produk kimia, dan sebagainya.

Eks Stasiun Gresik juga memiliki konektivitas yang baik karena berada dekat dengan beberapa pelabuhan di wilayah Kabupaten Gresik.

Akses terdekat stasiun tersebut adalah menuju Stasiun Indro dengan jarak 3 km.
Jalur kereta api Indro - Gresik merupakan bagian dari jalur Kandangan - Gresik yang pertama kali diresmikan pada 3 Januari 1924.

Lalu pada 1980 hingga sekarang, jalur Indro - Gresik berstatus nonaktif.
“Kami atas nama jajaran direksi menyampaikan terima kasih atas terjadinya penandatanganan Nota Kesepahaman ini dalam rangka menjalin sinergi pengembangan bisnis di kawasan eks Stasiun Gresik, di mana kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo, dikutip dari keterangan resminya pada Kamis (13/5/2021).

Didiek mengatakan, Nota Kesepahaman ini merupakan titik awal bagi kedua belah untuk membangun kerja sama.

Ia berharap rencana kerja sama ini dapat segera terwujud dan tetap disusun berdasarkan Good Corporate Governance.
Sementara itu, Direktur TJP Ignatius Handijoso Siaputra juga mengucapkan apresiasinya kepada KAI atas terlaksananya MoU ini.

Ia menyatakan PT TJP berkomitmen dalam rencana reaktivasi Stasiun Gresik.

“Bagi kami merupakan sebuah kehormatan dimana KAI berkenan untuk segera menyelesaikan rencana reaktivasi Stasiun Gresik yang dilanjutkan dengan kerja sama bisnis antara KAI dan TJP,” ujarnya.

“Dengan menandatangani perjanjian MoU ini, PT TJP berkomitmen untuk melaksanakan tugasnya dalam rencana reaktivasi Stasiun Gresik,” sambung Ignatius Handijoso.

Langkah ini juga merupakan upaya mendukung Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan.

Dengan adanya moda transportasi kereta api di kawasan Gresik, diharapkan mampu mengurangi biaya logistik nasional.
Kembali hadirnya moda transportasi kereta api di wilayah tersebut diharapkan dapat mengakomodir distribusi barang baik berupa bahan baku maupun produk di wilayah Gresik.




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik