Kemenag Koordinasi dengan WHO soal Sinovac yang Digunakan Jamaah Indonesia


Kementerian Agama (Kemenag) berkoordinasi dengan WHO Indonesia dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna membahas persoalan vaksin Covid-19 keluaran Sinovac untuk jamaah haji Indonesia. Kemenag juga telah berkoordinasi dengan Kemenlu RI terkait persoalan ini.

"Para pihak dalam rapat koordinasi tersebut mengkonfirmasi bahwa belum ada informasi resmi apapun dari Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji, termasuk soal vaksin, penerbangan, dan lainnya," ujar Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi, mengutip laman kemenag,go.id, Selasa (25/5/2021).

"Sesuai arahan Menag Yaqut Cholil Qoumas, kita akan terus melakukan persiapan dan proses mitigasi, hingga ada kepastian dari Saudi," tambahnya.

Sementara itu, Khoirizi mengaku belum menerima informasi resmi terkait Arab Saudi akan memberi izin secara terbatas bagi jamaah di luar negaranya untuk beribadah haji tahun ini.

"Jika benar bahwa Saudi membuka pemberangkatan haji 1442 H untuk jemaah dari luar negaranya, meski kuotanya terbatas, tentu ini harus kita syukuri. Alhamdulillah, karena jemaah Indonesia juga sudah menunggu lama, apalagi tahun lalu juga tertunda," katanya.

"Namun demikian, sampai saat ini kami belum menerima pemberitahuan secara resmi tentang dibukanya pemberangkatan bagi jemaah di luar Saudi," ucapnya.

Khoirizi memastikan Ditjen PHU terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi untuk mendapatkan perkembangan informasi resmi dari Khadimul Haramain.

"Info resmi ini penting sebagai rujukan pemerintah dalam mengambil kebijakan serta persiapan dan mitigasi penyelenggaraan haji tahun ini," ujarnya.

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik