Kasus Covid Meledak, Negara Ini Bisa Jadi 'The Next India'


    Pandemi Covid di Nepal. (AP/Niranjan Shrestha)

Jakarta, Kasus Covid-19 di Nepal saat ini makin mengkhawatirkan. Pasalnya pada pekan ini, kasus infeksi harian di negara itu mulai menembus rekor di atas 9 ribu kasus. Hal ini membawa ketakutan baru bahwa Negara Himalaya itu mungkin bernasib sama seperti tetangganya, India.

Dalam data laporan infeksi harian terakhir yang jatuh pada hari Kamis (6/5/2021), negara itu mencatatkan 9.070 infeksi harian dengan 54 kematian baru. Dengan data ini total infeksi di Nepal hingga saat ini menjadi 359.610 orang serta 3.475 kematian.

Lebih buruk lagi, para ahli kesehatan Nepal mengatakan kasus yang dilaporkan tidak mewakili prevalensi sebenarnya dari, dengan pelacakan kontak hampir berhenti dalam beberapa bulan terakhir.

Diperkirakan kasus sebenarnya jauh lebih besar dari angka yang dirilis sekarang ini.

"Data yang dirilis oleh pemerintah Nepal hanyalah mereka yang diuji setelah mengembangkan gejala penyakit," kata Dr Binjwala Shrestha, asisten profesor di Institut Kedokteran Universitas Tribhuvan, kepada Xinhua sebagaimana dilaporkan Strait Times.

"Jika Anda melakukan tes di antara semua orang dalam komunitas, anda dapat menemukan infeksi beberapa kali lebih tinggi daripada kasus yang dilaporkan saat ini."

Nepal melaporkan sekitar 20 kasus Covid-19 setiap hari per 100.000 orang, hampir sama dengan yang dilaporkan India dua minggu lalu. Kedua negara memang berbatasan langsung.

Mengutip angka-angka pemerintah, Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mengatakan akhir pekan lalu bahwa 44% tes Covid-19 Nepal ternyata positif.

"Apa yang terjadi di India saat ini adalah pratinjau mengerikan dari masa depan Nepal jika kita tidak dapat menahan lonjakan Covid terbaru ini yang merenggut lebih banyak nyawa setiap menit," kata ketua Palang Merah Nepal, Dr Netra Prasad Timsina, dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNN. 

Di ibu kota Kathmandu, Rumah Sakit Penyakit Menular dan Tropis Sukraraj telah meningkatkan jumlah tempat tidur dari 60 menjadi 90, dengan semua kamar, koridor, dan bagian gawat darurat ditempati oleh tempat tidur orang yang terinfeksi.

"Kami tidak dalam posisi untuk memperpanjang lebih jauh," kata Dr Sagar Rajbhandari, direktur di rumah sakit itu kepada Kathmandu Post.

"Kami juga tidak memiliki sumber daya manusia, atau ruang untuk menambah jumlah tempat tidur."

Dokter mengatakan krisis bisa segera menjadi tidak terkendali jika pihak berwenang gagal mengambil tindakan segera untuk meratakan kurva karena banyak petugas kesehatan telah terinfeksi.
Tak hanya masyarakat, sebanyak 17 pendaki Gunung Everest yang berada di negara itu dilaporkan juga dipulangkan karena terinfeksi Covid-19. Hal ini makin membawa ketakutan baru bahwa pendaki lain juga terinfeksi.

Sementara itu kepala pemerintahan Nepal, Perdana Menteri Sharma Oli, dihujani kritik keras dalam sikapnya menangani pandemi. Terbaru, ia dikritik karena manajemen vaksinasi yang dianggap serampangan sehingga membuat orang mengantri dan membentuk kerumunan.




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik