Jalur ke Objek Wisata Pulau Mengare Gresik Macet, Berapa Kali Lebaran Jalan Tak Kunjung Dilebarkan

surya/mochamad sugiyono
Pengguna jalan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah Gresik terjebak macet akibat berpapasan dengan kendaraan lain, Selasa (18/5/2021). 

GRESIK - Seharusnya akses menuju sebuah objek wisata dibangun lebih layak untuk mendorong jumlah kunjungan. Tetapi akses jalan menuju Pulau Mengare, Kecamatan Bungah Gresik ternyata tetap sempit dan tahun ini menjadi Lebaran ke sekian kalinya jalan di sana tidak kunjung dilebarkan.

Warga setempat dan pengunjung mengeluh karena Pemkab Gresik tidak memperhatikan kelayakan jalan ke Pulau Mengare itu. Padahal di sana ada benteng bersejarah era kolonial dan pemandangan pantai yang bisa menjadi objek wisata.
Pemkab pun diminta melebarkan jalan.

Sebab jalan setapak ke sana sangat sempit untuk bersimpangan dengan dua mobil.
Harapan itu disampaikan Rachmad Rofik (Gus Fik), tokoh Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah usai berkunjung ke saudara di Pulau Mengare, Selasa (18/5/2021).

Saat berkunjung ke Pulau Mengare dengan mengendarai mobil, ia berpapasan dengan mobil lain. Akibatnya, karena lebar jalan yang tidak cukup untuk dua mobil, akhirnya terjadi kemacetan hampir 30 menit.

"Karena jalan yang sempit untuk dua mobil berpapasan ini, diharapkan Pemkab Gresik melebarkannya. Karena di Pulau Mengare ada benteng bersejarah dan pantai yang indah. Dengan pelebaran jalan, bisa digunakan untuk kelancaran transportasi warga, melestarikan sejarah dan meningkatkan kunjungan wisata," kata Gus Fik.

Di Pulau Mengare tersebut ada tiga desa yaitu Watu Agung, Kramat dan Tajungwidoro. Sehingga masyarakat sangat membutuhkan kelancaran lalu lintas.

Sementara warga hanya mampu menyediakan lahan sedikit untuk parkir kendaraan yang berpapasan.

"Sebenarnya ada lahan untuk bergantian parkir ketika mobil berpapasan. Namun ketika tidak ada yang mau mengalah, akhirnya terjadi kemacetan," tambah Khoirul Anam, warga Pulau Mengare. ****



#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik