Harga Emas Pegadaian pada 27 Mei 2021, Sejumlah Ukuran Terpantau Naik

Petugas menata emas batangan di Galeri 24 Pegadaian Kota Tangerang, Banten, Kamis (11/6/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 12.000 menjadi Rp 893 ribu per gram pada perdagangan Kamis, 11 Juni 2020. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pegadaian (Persero) menawarkan jual beli emas selain jasa gadai. Harga emas di BUMN ini berubah mengikuti gerak pasar nasional dan internasional setiap hari.

Ada beberapa jenis emas yang dijual Pegadaian. Terdapat emas Antam dan emas Retro. Selain itu juga terdapat emas Batik dan emas UBS. Semua jenis emas ini hanya tersedia di outlet Pegadaian.

Setiap harinya harga emas yang dijual terus berubah. Pada, Kamis, 27 Mei 2021, harga beberapa jenis produk emas di Pegadaian terpantau naik.

Berikut ini daftar lengkap dan terbaru harga emas PT Pegadaian (Persero) pada 27 Mei 2021:

 

Harga Emas Antam

- 0, 5 gram = Rp 547.000

- 1 gram = Rp 988.000

- 2 gram = Rp 1.913.000

- 3 gram = Rp 2.842.000

- 5 gram = Rp 4.703.000

- 10 gram = Rp 9.348.000

- 25 gram = Rp 23.238.000

- 50 gram = Rp 46.393.000

- 100 gram = Rp 92.706.000

- 250 gram = Rp 231.487.000

- 500 gram = Rp 462.757.000

- 1000 gram = Rp 925.471.000

 

Harga Emas Antam Retro

- 0, 5 gram = Rp 520.000

- 1 gram = Rp 974.000

- 2 gram = Rp 1.927.000

- 3 gram = Rp 2.862.000

- 5 gram = Rp 4.756.000

- 10 gram = Rp 9.452.000

- 25 gram = Rp 23.496.000

- 50 gram = Rp 46.906.000

- 100 gram = Rp 93.728.000

 

Harga Emas Antam Batik

- 0,5 gram = Rp 619.000

- 1,0 gram = Rp 1.142.000

- 8,0 gram = Rp 8.640.000

 

Harga Emas UBS

- 0,5 gram = Rp 518.000

- 1 gram = Rp 972.000

- 2 gram = Rp 1.927.000

- 5 gram = Rp 4.761.000

- 10 gram = Rp 9.470.000

- 25 gram = Rp 23.630.000

- 50 gram = Rp 47.160.000

- 100 gram = Rp 94.283.000

- 250 gram = Rp 235.636.000

- 500 gram = Rp 470.717.000

- 1000 gram = Rp 940.415.000.

 

Reporter: Anisa Aulia

Harga Emas Lengser dari Level Kunci USD 1.900 karena Tekanan Dolar AS

Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Sebelumnya, harga emas turun dari level kunci USD 1.900 per ounce pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan harga emas ini karena tekanan dari dolar AS dan imbal hasil surat utang AS.

Penguatan dolar AS dan obligasi AS ini membuat daya tarik emas kembali meredup meskipun ekspektasi pasar masih dovish.

Mengutip CNBC, Kamis (27/5/2021), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.893,20 per ounce para pukul 14.14 EDT, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 8 Januari 2021 di USD 1.912,50 per ounce.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS ditutup naik 0,2 persen menjadi USD 1.901,20 per ounce.

Analis senior OANDA Edward Moya mengatakan, kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar AS memberikan beberapa alasan orang atau investor keluar dari emas. Hal ini membuat harga logam mulia tersebut turun dari level kunci.

"Tapi kami masih akan melihat harga emas terus naik dan level USD 1.950 sepertinya adalah tujuan jangka pendek," jelas Moya.

Imbal hasil obligasi AS dengan janga waktu 10 tahun yang menjadi patokan naik. Hal ini menjadi lawan yang berat bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil di luar kenaikan harga.

Sementara indeks dolar AS pulih dari posisi terendah, membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Kebijakan The Fed

Beberapa pejabat Bank Sentral AS atau the Fed telah menegaskan kembali komitmen mereka terhadap sikap kebijakan yang dovish.

Sementara wakil ketua the Fed Richard Clarida pada Selasa mengatakan, mereka dapat menahan inflasi jika itu terjadi tanpa membuat pemulihan pertumbuhan ekonomi keluar dari jalur.

"Dengan investor masih membunyikan alarm inflasi, minat institusional dalam kompleks logam mulia kemungkinan akan terus meningkat menyusul arus keluar berbulan-bulan," tulis TD Securities dalam catatan ke nasabah.

Emas memas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. 

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik