BMKG Sebut Jatim Berpotensi Gempa M8,9 dan Tsunami Setinggi 29 Meter

Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mempredikisi akan munculnya gempa dengan kekuatan 8,9 Magnitudo, dan Tsunami dengan tinggi 29 meter di Jawa Timur. Prediksi ini muncul setelah BMKG melakukan pemodelan matematika, untuk mengukur potensi besaran gempa dan ketinggian tsunami di wilayah tersebut.

Hal ini dikemukakan oleh Ketua BMKG, Dwikorita Karnawati dalam webminar bertajuk Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur.

"Berdasarkan sejarah dan data-data yang terekam sampai hari ini, kami menyusun simulasi dan pemodelan secara matematis potensi tsunami di Jawa Timur," kata Dwikorita.

Dari hasil pemodelan itu ditemukan fakta mengenai tsunami bahwa di wilayah Jawa Timur. Potensi tinggi maksimum tsunami pada seluruh pesisir, ada di Kabupaten Trenggalek dengan kisaran 26-29 meter. Sedangkan, untuk waktu tercepat, tercatat diangka 20-24 menit pada Kabupaten Blitar.

Lebih lanjut dalam webminar-nya, Dwikorita menjelaskan mengenai peta distribusi gempa di Jawa Timur dalam periode 2008 hingga 2020. Tercatat ada ratusan titik gempa selama periode tersebut, yang ditandai dengan titik berwarna merah dan kuning.

Pada peta tersebut juga terlihat masih ada ruang kosong, yang merupakan zona bebas gempa sejak 2008. Menurut Dwikorita, ruang itu dinakaman zona seismik gap, yang patut diwaspadai keberadaannya.

“Karena zona itu belum melepaskan energi sebagai gempa, energi masih tersimpan di sana. Artinya baru siap-siap akan melepaskan energi,” tuturnya.

Energi besar yang telah lama terpendam dan sewaktu-waktu bisa keluar secara bersamaan menjadi kekhawatiran besar BMKG. Takut jika guncangan besar itu bisa memicu munculnya Tsunami di daerah Jawa Timur.

Berangkat dari kekhawatiran itu, BMKG memutuskan untuk membuat skenario yang ditujukan sebagai prediksi kemungkinan terjadinya tsunami. Mengukur berapa ketinggian gelombang, kapan waktu datangnya hingga berapa jarak masuknya.

"Sehingga kami melakukan pemetaan bahaya tsunami juga," jelas Dwikorita.
Gempa dan Tsunami di Jawa Timur
Hingga saat ini BMKG telah mencatat beberapa gempa dan tsunami yang pernah melanda wilayah Jawa Timur. Pada periode 1836-1972, BMKG mencatatkan 9 kejadian gempa besar yang skala intesitasnya mencapai VII MMI - IX MMI.

Sedangkan untuk tsunami BMKG mencatat, Jawa Timur telah 6 kali mengalami bencana tersebut pada periode 1930 hingga 1994. Mulai dari daerah Pacitan, Madura hingga pantai Parangtritis di Jogjakarta.

BMKG berharap dengan dibuat prediksi pemodelan potensi bencana gempa dan tsunami, pemerintah bisa bergerak cepat melakukan persiapan. Mulai dari persiapan jalur evakuasi, penampungan sementara hingga melakukan penghijauan.




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik