Ahli Ini Ungkap Penyebab Pembekuan Darah Vaksin AstraZeneca

Foto: Vaksin Oxford-AstraZeneca COVID-19 (AP Photo/Andre Penner)

Jakarta, Para ilmuwan di Jerman mengklaim telah memecahkan misteri kasus pembekuan darah langka pada vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Para peneliti juga percaya kasus ini bisa dicegah dengan merekayasa vaksin Covid-19 itu.

Menurut Rolf Marschalek, profesor di universitas Goethe di Frankfurt yang telah memimpin studi kasus pembekuan darah langka sejak Maret lalu, mengatakan penelitiannya menunjukkan masalahnya terletak pada vektor adenovirus yang digunakan kedua vaksin untuk menyampaikan instruksi genetik ke spike protein (protein lonjakan) Sars-Cov-2 masuk ke dalam tubuh.

Jadi vaksin mengirim urutan gen DNA dari protein lonjakan ke dalam inti sel daripada cairan sitosol yang ditemukan di dalam sel tempat virus biasanya menghasilkan protein.

Begitu berada di dalam inti sel, bagian-bagian tertentu dari protein lonjakan membelah, atau terbelah, menciptakan versi mutan, yang tidak dapat mengikat membran sel tempat imunisasi penting berlangsung.

Protein mutan mengambang malah disekresikan oleh sel ke dalam tubuh, memicu pembekuan darah pada sekitar satu dari 100.000 orang, tulis Rolf Marschalek dan timnnya dalam makalah pracetaknya, seperti dikutip CNBC Indonesia dari Financial Times, Kamis (27/5/2021).

Sebaliknya, vaksin berbasis mRNA, seperti suntikan yang dikembangkan oleh Pfizer dan Moderna, mengirimkan materi genetik lonjakan ke cairan sel dan tidak pernah memasuki nukleus. "Saat ini. . . gen virus ada di dalam nukleus, mereka dapat menciptakan beberapa masalah, "kata Rolf Marschalek.

Tapi Rolf Marschalek percaya ada "jalan keluar" langsung jika pengembang vaksin dapat memodifikasi urutan gen yang mengkode protein lonjakan untuk mencegahnya membelah.

J&J telah menghubungi lab Rolf Marschalek untuk meminta panduan dan sedang mencari cara untuk menyesuaikan vaksinnya untuk mencegah proses bermasalah itu, katanya.

"[J&J] sedang mencoba untuk mengoptimalkan vaksinnya sekarang," katanya. "Dengan data yang kami miliki, kami dapat memberi tahu perusahaan cara memutasi urutan ini, mengkodekan protein lonjakan dengan cara yang mencegah reaksi sambungan yang tidak diinginkan."

"Kami mendukung penelitian dan analisis lanjutan dari peristiwa langka ini saat kami bekerja dengan para ahli medis dan otoritas kesehatan global. Kami berharap dapat meninjau dan membagikan data jika sudah tersedia," ujar J&J.

Beberapa ilmuwan telah memperingatkan bahwa teori Rolf Marschalek adalah salah satu dari sekian banyak, dan bahwa bukti lebih lanjut diperlukan untuk mendukung klaimnya.

"Ada bukti yang hilang untuk menunjukkan rantai penyebab dari sambungan. . . dari lonjakan protein pada peristiwa trombosis, "kata Johannes Oldenburg, profesor kedokteran transfusi di universitas Bonn. "Ini masih hipotesis yang perlu dibuktikan dengan data eksperimen."




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik