Kader PKB Daerah Berencana Gelar Muktamar Gantikan Cak Imin


Jakarta,  Para kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di sejumlah daerah berencana menggelar forum Muktamar Luar Biasa untuk mengganti pucuk pimpinan partai, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Kader dan mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Jeneponto, Sulawesi Selatan, Andi Mappatunru menyatakan alasan pengurus daerah ingin menggelar Muktamar Luar Biasa karena disinyalir Cak Imin melakukan banyak pelanggaran anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) PKB.

"Karena kenapa? Teman-teman di DPW maupun di DPC pada musyawarah wilayah maupun cabang secara serentak 2020 kemarin menurut teman-teman banyak AD/ART dilanggar," kata Andi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (12/4).

Andi mengatakan bahwa DPP PKB belakangan ini secara serampangan menunjuk Ketua dan para pengurus DPW hingga DPC. Padahal, sesuai AD/ART PKB seharusnya melakukan penjaringan nama pengurus DPC melalui DPW.

"Tapi kemarin di pemilihan wilayah enggak terjadi seperti itu. Ujug-ujug muncul SK ketua DPW. Lalu pemilihan ketua DPC juga. Sehingga teman-teman anggap musyawarah wilayah dan cabang serentak 2020 kemarin enggak sesuai AD/ART," kata Andi.

Ia juga menjelaskan mekanisme penjaringan Ketua DPW dan DPC dalam AD/ART harus diusulkan minimal lima orang calon kepada DPP. Akan tetapi, Andi mengklaim para Ketum DPW dan DPC PKB dipilih belakangan ini berdasarkan kedekatan dengan Cak Imin.

Lebih lanjut, Andi mencontohkan bahwa dirinya juga dicopot dari jabatan sebagai Ketua DPC PKB Jeneponto. Ia mengaku tak tahu penyebab dirinya dicopot dari jabatan tersebut. Padahal, Surat Keputusan (SK) yang diterimanya masih berlaku hingga 2022.

Tak hanya itu, Andi mengklaim seluruh Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB di 11 Kecamatan di Jeneponto juga telah diberhentikan tanpa ada alasan yang jelas.

Ia mengaku berencana melakukan perlawanan atas pencopotan tersebut ke mahkamah partai. Namun, niatan melapor ke mahkamah partai ia urungkan dan mendukung langkah upaya muktamar luar biasa tersebut.

"Karena teman-teman ternyata sudah mencium adanya gerakan muktamar luar biasa, makanya kami dukung itu. Seluruh DPC-DPAC di Jeneponto seluruhnya mendukung. Sementara kami mimpin PKB 10 tahun. Saya dihilangkan sebagai pengurus," kata dia.

Melihat hal itu, Andi menilai kondisi PKB saat ini tak sesuai dengan cita-cita dan pendiri PKB terdahulu. Salah satunya tak dibuka ruang demokrasi untuk memilih calon ketua umum di tingkat kepengurusan daerah-daerah.

"Ini enggak demokrasi, tapi sangat-sangat kedekatan dengan ketua wilayah dengan ketua DPP. Sangat dimungkinkan ada permainan money politics. Karena yang memilih DPW dan DPC yakni pemimpin DPP, yakni Muhaimin. Siapa yang dekat itu yang ditetapkan," kata dia.

Di sisi lain, Andi mengklaim sekitar 10 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 113 DPC PKB sudah konsolidasi untuk mendukung Muktamar Luar Biasa PKB tersebut.

Meski demikian, Andi enggan membeberkan DPW dan DPC mana saja yang sudah merencanakan Muktamar Luar Biasa tersebut.

"Itu rahasia. Rahasia. Nanti. Nantilah kami rilis secara tertulis setelah semua rampung. Sekarang juga kami sudah komunikasi dengan petinggi-petinggi partai PKB yang ada di DPP. Mereka wait and see aja," tambah dia.
Senada, kader sekaligus mantan Ketua DPC PKB Karawang Ahmad Zamakhsari alias Jimmy juga mengaku sudah mengetahui rencana Muktamar Luar Biasa tersebut. Meski demikian, mantan wakil bupati Karawang tersebut enggan membeberkan lebih lanjut mengenai rencana tersebut

"Ya, arahnya ke sana [muktamar], iya," kata Jimmy kemarin.

Secara terpisah, Ketua DPP PKB Faisol Reza mengatakan polemik ancaman Muktamar Luar Biasa PKB Jawa Barat oleh kadernya, Ahmad Zamakhsyari alias Jimmy sudah selesai.

Menurutnya, masalah tersebut telah dirampungkan oleh DPW PKB Jawa Barat.

"Sudah diselesaikan. Itu urusan internal di Jawa Barat, saya kira sudah selesai oleh teman-teman DPC maupun DPW," kata Faisol di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat pada Rabu (7/4).

Dia menilai, ancaman Jimmy untuk menggelar Muktamar Luar Biasa PKB di Jawa Barat merupakan emosi sesaat saja. Faisol menyatakan, Jimmy tak akan melanjutkan ancamannya itu.

Saat ditanya apakah Ketum PKB Muhaimin Iskandar turun langsung menyelesaikan persoalan itu, Fasiol tak menjawab secara lugas. "Sudah selesai," ujarnya.



#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik