Cerita Ngeri Festival Yahudi Berdarah: Orang-orang Terlempar ke Udara


Mayat-mayat korban festival Yahudi berdarah diletakkan di tanah setelah insiden di Israel. Foto/hurriyet daily news

TEL AVIV - Para pengunjung festival Yahudi berdarah di Israel menceritakan kengerian saat mereka "terhanyut" oleh gelombang manusia, dan orang-orang lain "terlempar ke udara".

Sebanyak 44 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka di festival Lag B'Omer di kaki Gunung Meron.

Sumber polisi mengatakan kepada surat kabar Haaretz bahwa keributan dimulai setelah beberapa peserta tergelincir di tangga, menyebabkan pengunjung lain jatuh.
Puluhan ribu peziarah hadir bersamaan di acara tersebut.

Seorang pria yang menyebut namanya David mengatakan dia ingin melihat api unggun menyala ketika "tiba-tiba ada gelombang keluar".

"Tubuh kami terbawa arus sendiri. Orang-orang terlempar ke udara, yang lainnya terinjak ke tanah," ujar dia kepada Ynet News.
"Ada seorang anak di sana yang terus mencubit kaki saya, berjuang untuk nyawanya. Kami menunggu untuk diselamatkan selama 15-20 menit dalam kondisi yang gila dan mengerikan ini. Itu mengerikan," tutur dia.

Seorang korban selamat yang dibawa ke rumah sakit mengatakan kepada media penyiaran Kan bahwa, "Tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan."

"Ini dimulai dengan kerumunan yang padat. Ada banyak orang di atas saya. Saya berbaring di atas orang lain yang sudah tidak bernapas. Ada jeritan, kekacauan. Saya melihat anak-anak di bawah saya. 

Satu-satunya hal yang terlintas dalam pikiran saya adalah bahwa saya tidak ingin anak saya menjadi yatim piatu," ujar dia.
Seorang peziarah yang tidak menyebutkan namanya mengatakan ada efek "carousel" dan orang-orang didorong ke kanan dan ke kiri.





#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik