Agar Tak Bahayakan Janin, Ini Cara Konsumsi Rumput Fatimah yang Disarankan


Jakarta - Tanaman herbal Labisia pumila atau lebih dikenal dengan rumput fatimah kini tengah ramai dibicarakan. Hal ini karena viralnya kisah seorang wanita yang diklaim mengalami keguguran karena mengkonsumsi tanaman tersebut.
Menurut dokter kandungan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, dr Dinda Derdameisya, SpOG, rumput fatimah ini sering digunakan wanita saat akan melakukan proses persalinan dan memicu kontraksi pada rahim. Tetapi, jika dikonsumsi sebelum bayi lahir, bisa berdampak fatal.

"Jangan pernah minum rumput fatimah ketika bayinya masih di dalam kandungan, karena akan menyebabkan bayi itu kekurangan oksigen akibat kontraksi terus menerus atau kontraksi tetanik," jelas dr Dinda pada detikcom, Kamis (1/4/2021).

"Rahimnya tidak dikasih istirahat, tidak ada suplai darah dari ibu ke bayinya lagi dan bisa risiko sampai robek rahimnya karena terus-terusan bekerja, hingga menyebabkan kematian pada bayi," lanjutnya.

Namun, dr Dinda mengungkapkan rumput fatimah ini masih bisa digunakan atau dikonsumsi pada waktu tertentu, yaitu saat sang bayi sudah lahir dari perut ibunya.

"Maka dari itu, biasanya rumput fatimah itu boleh digunakan apabila bayinya sudah lahir, ari-ari sudah lahir kontraksi itu dibutuhkan, supaya tidak terjadi pendarahan. Jadi setelah persalinan, kontraksi dari rahim itu dibutuhkan untuk menyempitkan pembuluh-pembuluh darah rahim," kata dr Dinda.

"Sehingga tidak terjadi yang namanya pendarahan pasca persalinan dan rahim kembali mengecil ke ukuran semula. Nah disitulah fungsi rumput fatimah," imbuhnya.





#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik