Tren Asuransi Jiwa Syariah Naik, Target Pendapatan Bruto Tahun Ini Tumbuh 10%


ILUSTRASI. Salah satu pendorong asuransi syariah adalah tren kenaikan bisnis asuransi jiwa syariah yang berkontribusi besar./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/24/10/2019.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi syariah optimistis mencatatkan pertumbuhan pendapatan bruto sebesar 10% year on year (yoy) pada tahun ini. Salah satu pendorong utamanya adalah tren kenaikan bisnis asuransi jiwa syariah yang berkontribusi besar.

Namun pelaku industri juga berhadap ada sentimen positif lain di luar pasar. "Selanjutnya, didukung keberpihakan pemerintah terkait arah pengembangan ekonomi syariah serta kebijakan cipta kerja karena spin off asuransi syariah akan mendorong rekrutmen karyawan di perusahaan baru," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia Erwin Noekman dalam paparan kinerja asuransi syariah 2020, Senin (15/2).

Sebagai gambaran, tahun lalu pendapatan bruto mencapai Rp 17,34 triliun atau tumbuh 3,83% yoy. Pelaku industri menandai capaian itu sebagai optimisme dalam industri syariah di tengah situasi ekonomi yang penuh dengan ketidakpastian.

Peningkatan tersebut terjadi pada bisnis asuransi jiwa syariah yang mencapai Rp 14,84 triliun atau meningkat 6,60% yoy. Asuransi jenis tersebut berkontribusi 85,58% terhadap total pendapatan bruto.

Namun, nilai aset industri tahun lalu tercatat sebesar Rp 44,4 triliun atau  2,2% dibandingkan dengan nilai per akhir 2019. Asosiasi melihat kondisi itu masih wajar lantaran efek pandemi Covid-19 memang sangat besar bagi perekonomian.

Salah satu pelaku industri yakni PT BNI Life Insurance (BNI Life) juga masih mencatatkan pertumbuhan kinerja tahun lalu. Pengelolaan dana tabarru tumbuh 162% yoy dan laba meningkat 61% yoy. Asetnya bahkan masih tumbuh 17,24% yoy.

Sejalan dengan itu, solvabilitas BNI Life juga terungkit. RBC tabarru sebesar 136,56% atau di atas ketentuan regulasi sebesar 120%.

Direktur Bisnis BNI Life Neny Asriany meyakini, jasa keuangan syariah merupakan salah satu industri yang memiliki daya tahan terhadap dampak pandemi. "Penetrasi dan ekosistem ekonomi syariah memberikan peluang yang sangat besar untuk perkembangan industri asuransi syariah," katanya

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik