Pandemi: 80 Persen Anak Muda Alami Penurunan Kondisi Mental

Sebanyak 80% anak muda di seluruh dunia tercatat mengalami penurunan kondisi kesehatan mental selama pandemi Covid-19. Demikian hal itu tercatat dalam Laporan Risiko Global 2021 (Global Risks Report 2021) yang diterbitkan World Economic Forum (WEF) bersama Zurich Insurance Group (Zurich) menyoroti risiko dampak pandemi COVID-19 pada kesehatan mental generasi muda.

"Kami menemukan bahwa pandemi telah menghadapkan generasi muda di seluruh dunia pada tantangan yang sangat besar, dan tanpa terkecuali generasi muda di Indonesia," kata Direktur Utama Adira Insurance, bagian dari Zurich GroupHassan Karim dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/3)

Dalam laporan ini juga menyebut pada saat yang sama, "kekecewaan yang dirasakan anak muda" (youth disillusionment) dan "memburuknya kesehatan mental" (mental health deterioration) juga disorot sebagai top global blind spot atau risiko global yang paling terabaikan selama pandemi.
 
Kualitas hidup generasi muda merupakan hal yang sangat penting, mengingat bahwa merekalah yang akan memimpin negeri ini pada 20 hingga 30 tahun mendatang. "Dengan Visi Generasi Emas Indonesia 2045, situasi ini menjadi kian menantang dan semakin penting untuk ditangani," papar Hassan.
 
Zurich percaya bahwa investasi terhadap upaya penanganan kondisi kesehatan mental perlu dilakukan dan harus menjadi fokus dalam proses pemulihan pasca pandemi. Selain itu, generasi muda juga harus memiliki saluran di mana mereka dapat bersuara dan memberikan kontribusi dalam pemulihan global untuk masa depan mereka.

Namun terlepas dari hal tersebut, keberhasilan proses pemulihan ini terletak pada kolaborasi antara sektor publik dan swasta.
 
“Situasi ini adalah masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan secara individual. Sebagai perusahaan asuransi global, Zurich mendorong semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dan mencari solusi, serta mencegah bencana masa depan bagi anak-anak kita," ungkap Hassan.

gatra.com