Heboh Temuan Butiran Emas di Pantai Maluku, Warga Ramai Mendulang


Temuan butiran emas di pantai membuat heboh warga Desa Tamilow, Amahai, Maluku Tengah. Mereka beramai-ramai mendulang logam mulia itu di pantai.

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 22 Maret 2021. Warga pun berjejer di bibir pantai.
Salah satu warga, Dino Tomagola, mengatakan, butiran emas itu pertama kali ditemukan oleh Citran Pawae pada Jumat, 19 Maret 2021. Lokasi pertama penemuan emas yaitu di Sungai Wai Loyain yang terletak di antara jalan menanjak Pohon Batu.

" Iya benar. Yang temukan pertama itu namanya Citran Pawae. Mereka temukan di kaki sungai Wai Loyain dekat pantai, tepatnya di jalan menuju Ampera atau di antara jalan menanjak Pohon Batu yang lama," ujar Dino, dikutip dari Terasmaluku.com.
Ada yang Dapat 10 Gram
Kabar tersebut kemudian tersebar. Pada Senin, warga pun ramai mendulang emas yang sudah berada di pantai.

Dino mengatakan para pendulang emas adalah warga sekitar. Dia sudah memastikan tidak ada orang dari luar desa yang ikut mendulang emas.

" Tadi saya baru cek di sana, sudah dapat kurang lebih sekitar 10 gram," kata dia.

Viral Penemuan Gunung Emas di Kongo, Kandungannya 90 Persen
Dream - Video memperlihatkan kerumunan orang sedang melakukan penggalian tengah viral di media sosial. Rupanya, mereka sedang mencari emas.

Disebutkan video tersebut diambil di sebuah desa di Provinsi Kivu Selatan, Kongo. Baru-baru ini, ditemukan gunung emas dengan kandungan mencapai 90 persen.

Penemuan itu mendorong Pemerintah Kongo menutup lokasi tambang. Pengawasan ditingkatkan pada tambang tersebut, yang sebelumnya dikelola masyarakat desa.

Menteri Pertambangan Kivu Selatan, Burume Muhigirwa, menyatakan penemuan bijih emas di Luhihi akhir Februari lalu memicu kedatangan kerumunan penggali. Kondisi itu mendatangkan tekanan bagi desa yang berjarak 50 Kilometer dari Ibu Kota Provinsi Kivu, Bukavu, dikutip dari news18.com.
Penambangan subsistem yang mengekstrak mineral dengan peralatan yang tidak sempurna menjadi hal umum di seluruh Republik Demokratik Kongo. Sedangkan penambangan emas “ artisanal” tersebar luas di bagian timur dan timur laut negara penghasil emas.

Penambang, pedagang dan anggota Angkatan Bersenjata Kongo (FARDC) diminta untuk meninggalkan lokasi tambang di dalam dan sekitar Luhihi. Semua kegiatan penambangan ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut, sebuah keputusan tertanggal pada hari Senin dan dikonfirmasi oleh Muhigirwa.
Kehadiran FARDC di lokasi tambang sebenarnya dilarang di bawah kode penambangan Kongo. Kehadiran mereka berkontribusi pada kekacauan di Luhihi.

Muhigirwa mengatakan penangguhan penambangan akan memungkinkan pihak berwenang untuk mengidentifikasi penambang. Sehingga didapat kepastian mereka terdaftar dengan benar di regulator pertambangan artisanal.

" Ketertiban harus ditegakkan kembali dalam kegiatan pertambangan di Luhihi tidak hanya untuk melindungi kehidupan tetapi juga untuk memastikan penelusuran emas yang diproduksi sesuai dengan hukum Kongo," kata keputusan itu.

Produksi emas di Kongo secara sistematis tidak dilaporkan ke negara. Berton-ton logam mulia diselundupkan ke rantai pasokan global melalui tetangga timurnya, berdasarkan laporan para shli PBB untuk Kongo tahun lalu.






#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik