Bank Memacu KUR Lewat Channeling Platform Digital

ILUSTRASI. Barista meracik kopi di kedai UMKM kopi Rujukan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/1/2021). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yuwono triatmojo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus melakukan berbagai upaya menggerakkan perekonomian lewat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya dengan meningkatkan plafon kredit usaha rakyat (KUR) dari Rp 220 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 253 triliun di 2021.

Bahkan, pemerintah juga meningkatkan anggaran subsidi bunga KUR sebesar Rp 7,6 triliun pada tahun ini. Agar tepat sasaran dan kredit berbunga rendah ini cepat disalurkan, pemerintah mendorong para bank penyalur KUR menggandeng platform digital untuk melakukan channeling dalam penyalurannya.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir menyatakan, latar belakang kolaborasi dengan platform digital agar penyaluran KUR tetap bisa dilakukan saat pandemi.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah menjalin kerjasama channeling dengan e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, juga dengan aplikasi Gojek atau Grab.

Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto menyatakan, digitalisasi penyaluran KUR merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru dari BRI. Melalui kerja sama termasuk pemanfaatan big data, BRI relatif akan lebih mudah untuk melakukan penilaian dan mendapatkan debitur dengan risiko rendah, papar Aestika, Selasa (2/3).

Hingga akhir Januari 2021, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 11,36 triliun kepada 400.000 pelaku UMKM. Realisasi penyaluran tersebut setara 6,68% dari kuota yang diterima BRI tahun ini senilai Rp 170 triliun. Sektor produksi mendominasi penyaluran KUR BRI dengan komposisi 56,4%, tambahnya.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga telah memperluas jangkauan pasar KUR. Bank BUMN ini mengembangkan sistem kerjasama dengan platform digital seperti Gojek dan Grab dan e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia.

General Manager Bisnis Usaha Kecil-2 BNI, Bambang Setyatmojo menyatakan, dengan kerjasama ini bank dapat menggunakan jejak catatan transaksi mitra sebagai pre-screening.

Penyaluran KUR BNI juga telah mengembangkan digitalisasi proses kredit melalui Aplikasi Digital BNIMove sehingga mempermudah dan mempercepat proses penyaluran KUR," kata Bambang, kemarin (2/3).

BNI memiliki jatah penyaluran KUR hingga Rp 32 triliun sepanjang 2021. Hingga Januari 2021 penyaluran mencapai Rp 1,6 triliun.

kontan
#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik