Sri Mulyani: The New Istiqlal Jadi Pusat Peradaban Kegiatan Ekonomi

Penampakan bagian dalam Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (22/2/2021). Di bagian dalam renovasi dimulai dari tempat wudhu, pemasangan 3500 lampu LED, dan kipas angin pada pilar serta Mihrab setinggi 17 meter dengan ornamen Asmaul Husna. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menilai, pasca dilakukan renovasi, Masjid Istiqlal membawa paradigma baru 'New Istiqlal'. Menurutnya istilah tersebut menjadi perubahan paradigma, di mana bukan lagi umat yang memberdayakan masjid, namun masjid-lah yang memberdayakan umat.

"Optimalisasi peran Masjid Istiqlal ini bisa sebagai pusat peribadatan serta menjadi pusat untuk peradaban kegiatan ekonomi. Bahkan sosial dan pendidikan akan diwujudkan melalui sinergi pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat," kata Sri Mulyani dalam acara Milad ke-43 Masjid Istiqlal, seperti dikutip dari laman Instagramnya @smindrawati, Selasa (23/2).

Bendahara Negara itu mengharapkan, sesuai tujuan pembangunannya, di peringatan ke-43 tahun, Masjid Istiqlal mampu mewujudkan visinya sebagai lembaga pemberdayaan umat yang menyuarakan moderasi Islam yang berwawasan ke-Indonesia-an dan global. "Sehingga umat Islam hadir sebagai solusi kehidupan bangsa, sebagai rahmatan lil 'alamin," imbuh dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyampaikan, saat menggagas dan memulai pembangunannya tahun 1955 sebagai Masjid terbesar di Asia Tenggara, Presiden Sukarno tak hanya ingin menunjukan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar, tapi juga wadah besar yang menyatukan perbedaan dalam sujud pada Sang Maha besar.

"Inilah nilai yang ingin dipelihara, maka pada tahun 2018 Presiden Joko Widodo mengagas dan memulai renovasi besar pada Masjid Istiqlal. Hal yang pertama kali dilakukan dalam 42 tahun," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, proyek renovasi Masjid Iatiqlal tersebut dilaksanakan pada tahun 2019-2020 dengan menggunakan anggaran dari APBN sebesar Rp511,4 miliar untuk renovasi fisik dan sebesar Rp7,1 miliar untuk manajemen konstruksi. Renovasi ini juga telah membuka lapangan pekerjaan hingga 1.000 orang pekerja.

"Kini, Masjid Istiqlal, tak hanya agung dalam ukuran, tapi betul-betul menjadi tempat ibadah yang aman dan nyaman, dilengkapi dengan teknologi tinggi dan fasilitas yang ramah lingkungan," jelas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik