Siapa 'Dr Doom' Roubini yang Ramal Seram soal Bitcoin?


Jakarta,  Saat ini bitcoin sedang menjadi candu baru baru para pemain mata uang digital. Bahkan para bandar besar seperti Tesla memasukkan mata uang yang disebut sebagai emas digital itu dalam portfolio perusahaannya.
Akibat aksi borong ini, harga bitcoin sempat sangat tinggi hingga mencapai US$ 50.000 atau sekitar Rp 700 juta. Angka ini adalah rekor baru.
Meski demikian, tetap ada yang memandang bitcoin 'sebelah mata'. Ia adalah Profesor ekonomi Nouriel Roubini atau yang dikenal dengan Dr. Doom.

Ia menyebut sistem moneter zaman batu bahkan masih lebih baik dari bitcoin. Dalam wawancara dengan Bloomberg, Roubini mengatakan Flinstones (film kartun yang berkisah tentang jaman batu) memiliki sistem moneter yang lebih baik ketimbang bitcoin.

"Secara fundamental, bitcoin bukanlah mata uang. Itu bukan unit akun, juga bukan alat pembayaran yang terukur, dan bukan penyimpan nilai (store of value) yang stabil," kata Roubini dalam wawancara tersebut, sebagaimana dilansir Business Insider, dikutip Jumat (19/2/2021).

"Menyebut itu mata uang kripto adalah keliru, itu bahkan bukan sebuah aset," tambahnya.

Dr. Doom mengatakan bitcoin mampu menyelesaikan hanya lima transaksi per detik. Ini sangat jauh dibandingkan dengan jaringan Visa yang menyelesaikan 24.000 transaksi per detik.

Selain itu, volatilitas ekstrim bitcoin yang dapat menghapus nilainya secara signifikan dalam waktu singkat. Hal tersebut membuat Roubini mengatakan Flintsones bahkan memiliki sistem moneter yang lebih baik dari bitcoin.

Lalu Siapa Dr Doom?

Sebagai informasi, julukan Dr. Doom diperoleh Roubini setelah pada tahun 2006 ia memprediksi akan terjadi crash di pasar perumahan yang bubble dan memicu krisis. Prediksinya tepat, pada tahun 2008 terjadi krisis finansial global akibat bubble pasar perumahan di Amerika Serikat (AS).

Roubini sendiri merupakan seorang ekonom berdarah Yahudi-Iran. Ia lahir di Turki dan sempat dibesarkan di Italia. Saat ini ia aktif menjadi konsultan ekonomi dan juga pengajar di Sekolah Bisnis Stern Universitas New York.

Ia sangat dikenal dengan sikapnya yang skeptis terhadap bitcoin. Dalam laman opini tulisannya yang dipublikasi Financial Times, ia menyebut bahwa bitcoin tidak dapat dipegang menjadi aset lantaran volatilitas harganya yang cukup tidak stabil.

"Pergerakan harga yang tidak stabil dapat menghapus margin keuntungan apapun dari pedagang dalam hitungan jam," tulisnya.

Ia juga membantah klaim Elon Musk yang menyebut bila memegang bitcoin jauh lebih baik daripada memegang cash. Ia meminta publik untuk menahan diri dan tidak mengikuti langkah pendiri Tesla itu untuk beralih ke bitcoin.

Untuk mengurangi arus perpindahan ke bitcoin, ia menyarankan beberapa bentuk aset yang konvensional. Misalnya emas, obligasi terindeks inflasi, komoditas, dan properti.




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik