Reli Harga Bitcoin Aksi Manipulasi Sekelompok Orang'


Jakarta, Indonesia - Seorang ekonom terkenal bernama Nouriel Roubini menyindir habis-habisan Bitcoin. Bahkan dia mengatakan jika Bitcoin bukanlah mata uang.
Bukan hanya Bitcoin, seluruh mata uang kripto dikatakan Roubini tidak memiliki tempat di portfolio investor ritel maupun institusional. Profesor ekonomi di Stern School of Business NYU juga menyebutkan jika Bitcoin bukanlah alat pembayaran.

"Pertama, menyebutnya sebagai uang digital, ini bukan uang digital. Ini bukan unit akun, bukan alat pembayaran. Ini bukan alat penyimpanan yang stabil. Kedua ini bahkan bukan aset," kata dia, dikutip Yahoo Finance, Senin (28/12/2020).

Dia menyebutkan aset seperti obligasi, saham, real estate, atau logam mulia akan memberikan pendapatan, capital gain atau hasil lainnya dari penggunaannya. Bitcoin tidak memberikan itu bahkan aset cryptocurrency ini disebut tidak memiliki nilai interinsik.
Soal kebangkitan Bitcoin pun, Roubini mengatakan hanya bagian dari manipulasi saja.

"Tidak ada gunanya. Tidak ada kegunaanya. Satu-satunya dari itu semua adalah spekulasi dan kebangkitan [Bitcoin] itu didorong penuh oleh manipulasi," ungkapnya.
Nilai Bitcoin yang terus menanjak pun disebutkan Roubini pekerjaan manipulasi dari sekelompok orang. Dia menambahkan jika saat ini dunia berada di titik hiperbolik.
"Harga Bitcoin sepenuhnya dimanipulasi oleh sekelompok orang, oleh sekelompok pemain besar. Bitcoin tidak memiliki fundamental. Kita hampir mencapai titik saat bubble hiperbolik siap untuk meledak," kata Roubini.

Tren positif memang menaungi Bitcoin sepanjang tahun ini dan nampaknya akan berlanjut seperti itu di masa depan. JP Morgan memberikan prediksi jika harga Bitcoin akan mencapai US$650 ribu di akhir tahun 2022 mendatang.
Mengutip Coindesk, hingga pukul 13.36 WIB, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$26.844 per koin atau turun 2,24% dalam 24 jam terakhir. Bila diperhitungkan sejak awal tahun Bitcoin sudah memberikan return (imbal hasil) 174%.




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik