Warga Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Hidup Di Goa Bekas Galian C Tanpa Penerangan



GRESIK – Suparjo (50), warga Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, terpaksa hidup di goa belas galian C dan gelap gulita tanpa penerangan. Sebab, selama ini tidak mempunyai tempat tinggal dan rumahnya dijual oleh ahli waris, Jumat (15/1/2021).

Dari keterangan Suparjo, mengatakan, selama hampir dua tahun tinggal di dalam goa bekas galian C. Dan tiap malam tidak ada lampu penerangan. Baik itu listrik, lilin dan api unggun. Sebab, pengahasilannya bekerja sebagai kuli batu kapur hanya cukup untuk membeli makan.

Suparjo nekat tinggal sebatangkara di bukit kapur Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, karena setelah pulang dari merantau di Malaysia ditinggal cerai istrinya dan seorang putri ikut dengan ibunya.

Rumah dan tanah warisan orang tua yang dijual oleh saudara-saudaranya. Dan uang bagiannya digunakan untuk membayar hutang dan kebutuhan sehari-hari. “Terpaksa hidup di goa dan untuk makan sehari-hari beli di warung, selama hampir dua tahun lebih” kata Suparjo.

Lebih lanjut, Suparjo mengatakan, selama ini tidak mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Baik itu bantuan pangan non tunai (BPNT), bantuan program keluarga harapan (PKH) dan bantuan masyarakat terdampak covid-19.
“Tidak dapat bantuan apa-apa dari pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Desa. Padahal, setiap ada pemilihan umum juga mempunyai hak pilih,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Sentot Supriyohadi, mengatakan, masyarakat yang tidak mendapat bantuan dari pemerintah untuk segera didaftarkan sebagai warga tidak mampu di desa setempat. “Mohon warga tersebut dimasukkan data warga tidak mampu di desanya,” kata Sentot dengan singkat. 


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik