Pantas terasa dingin terus, BMKG ungkap fenomena ‘gelap’ lagi dialami RI


Cuaca di Indonesia beberapa waktu terakhir terpantau BMKG cenderung ekstrem, dingin berkepanjangan. Cuaca dingin ini setidaknya juga dialami di banyak wilayah di Indonesia, bukan hanya di wilayah Jabodetabek saja.

Lantas sebenarnya, cuaca ekstrem apa yang tengah melanda Indonesia sekarang ini, sampai-sampai terasa dingin.

Menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, ada sejumlah fenomena cuaca gelap yang tengah dialami RI.

Pertama karena fenomena global. Yakni dipengaruhi suhu muka air di Samudera Pasifik, dengan suhu muka air di perairan Indonesia.

“Kita menyebutnya fenomena Lanina yang mengakibatkan adanya tambahan aliran massa udara basah yang meningkatkan awan-awan hujan, sehingga kami prediksi adanya peningkatan curah hujan mencapai 40 persen, terutama di wilayah Indonesia tengah dan timur,” kata dia di AKI Malam, dikutip Selasa, 26 Januari 2021.

Bukan cuma itu saja, apabila fenomena di atas jarang terjadi tiap tahun, ada lagi fenomena yang rutin berlangsung di Tanah Air. Yakni adanya fenomena angin Monsun Asia. Angin ini, kata Dwi, membawa uap-uap air yang mengakibatkan terjadinya cuaca gelap dan musim hujan di Indonesia.

Dan saat ini dari catatan BMKG, merupakan puncak musim hujan di 50 persen wilayah Indonesia.


“Selain itu ada juga fenomena madden julian oscillation. Itu adalah fenomena gelombang atmosfer, di mana terpantau ada pergerakan arak-arakan awan hujan, yang bergerak di atas wilayah tropis dari arah barat, Samudera Hindia melewati Indonesia menuju Samudera Pasifik,” katanya.

Jadi, Indonesia kini sedang terlewati arak-arakan awan hujan tersebut. Di mana tentunya akan meningkatkan intensitas hujan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Cuaca dingin, BMKG ingatkan waspada
Selain sejumlah fenomena di atas, ada lagi fenomena sirkulasi siklonik yang terjadi di selatan Indonesia hingga utara Australia.

Fenomena ini, kata BMKG, juga turut meningkatkan cuaca gelap dan dingin serta hujan di sebagian wilayah, termasuk peningkatan angin. “Lalu ada lagi fenomena lokal, yakni meningkatnya suhu muka air perairan Indonesia sehingga menyebabkan peningkatan 29 derajat celcius. Dan tentunya meningkatkan awan-awan hujan, semuanya saling terakumulasi,” kata dia.

Sehingga total dengan fenomena yang ada, baik mulai dari global, regional, sampai ke lokal, BMKG kemudian memprediksi jika Indonesia akan dilanda cuaca dingin akibat hujan dari bulan Januari sampai Maret 2021 mendatang.
Di mana peningkatan curah hujannya mencapai 40 sampai 80 persen dari biasanya.

Pada kesempatan itu, dia lantas memperingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, puting beliung di sejumlah wilayah, hingga gelombang tinggi di wilayah Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik, serta di Laut Natuna.

“Kami mohon semua masyarakat memonitor perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem yang selalu kami update,” katanya.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik