Diungkap Ahli Bedah Trauma, Paru-paru Pasien Covid yang Sembuh Lebih Mengerikan dari Perokok


Seorang ahli bedah trauma, Dr. Brittany Bankhead-Kendall mengatakan paru-paru pasien Covid-19 yang pulih terlihat jauh lebih buruk daripada paru-paru perokok.

Brittany yang juga asisten profesor di Texas Tech University Health Sciences Center, telah merawat ribuan orang penderita virus corona sejak pandemi meledak pada Maret lalu.

Dikutip Galamedia dari DailyMail, Sabtu (16 Januari 2021) Brittany mengatakan sinar-X paru-paru perokok agak kabur, tetapi paru-paru pasien virus corona hampir seluruhnya berwarna putih.

Menurut Brittany, fakta tersebut menunjukkan jaringan parut yang intens dan kurangnya udara yang memasuki organ.

“Saya tidak tahu siapa yang perlu informasi ini, tetapi paru-paru pasca-Covid terlihat lebih buruk daripada jenis paru-paru perokok paling mengerikan apa pun yang pernah kami lihat," cuit Bankhead-Kendall pada 4 Januari.

“Kondisi para penderita kolaps, membeku, sesak napas terus menerus, terus... dan terus. “

Kepada CBS DFW Brittany mengatakan banyak ahli kesehatan berkonsentrasi pada angka kematian, bukan pada efek jangka panjang dari pasien yang selamat.

"Semua orang begitu khawatir tentang kematian dan itu mengerikan, memang mengerikan," katanya.

“Tapi semua yang selamat dan orang yang dites positif, ini yang akan menjadi masalah."

Corona sering menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, yang terjadi saat paru-paru terisi cairan dan mengalami peradangan.

Saat kantung udara terisi cairan, pasien tidak dapat menerima oksigen sebanyak mungkin hingga menyebabkan gejala seperti batuk dan sesak napas.

Studi juga menemukan kerusakan pada epitel pasien virus corona.

Epitel adalah sel yang melapisi saluran pernapasan dari hidung ke paru-paru. Brittany menyebut hasil rontgen setiap pasiennya yang menunjukkan gejala virus sangat parah.

“Di antara mereka yang asimtomatik, antara 70 hingga 80 persen hasil rontgen-nya parah.”

Untuk menunjukkan perbedaannya, Brittany menunjukkan hasil sinar-X seorang pasien sehat, satu perokok dan yang terakhir pasien Covid-19.

Hasil rontgen pasien sehat menunjukkan ruang hitam dalam jumlah besar, yang berarti orang tersebut dapat menghirup banyak udara.

Sementara itu, hasil rontgen perokok menunjukkan garis putih dan kekaburan yang menandakan adanya peradangan dan kerusakan pada dinding paru-paru atau kantung udara.

Sebagai perbandingan, foto rontgen paru-paru pasien Covid-19 hampir seluruhnya berwarna putih, kondisi yang dikenal sebagai kekeruhan paru.

Kekeruhan paru-paru adalah awan putih kabur yang kontras dengan kegelapan paru-paru, yang biasanya menandakan cairan, bakteri, atau sel sistem kekebalan.

Ini juga berarti pasien tidak dapat mengonsumsi oksigen sebanyak biasanya dengan paru-paru yang sehat.

"Anda lihat banyak bekas luka putih tebal atau bahkan di seluruh paru-paru," ujar Brittany kepada CBS DFW.

"Anda mungkin tidak merasakan masalah apa pun sekarang, tapi foto rontgen dada ini menjadi indikasi Anda kemungkinan akan mengalami masalah di kemudian hari."

Sementara itu pakar kesehatan menyarankan agar pasien Covid yang sembuh namun merasakan sesak napas untuk segera menghubungi dokter.***


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik