Agar Populer Bisnis Kuliner Harus Pakai Media Online dan Offline

Foto: Getty Images/mattjeacock

Jakarta - 

Tak bisa dipungkiri, saat ini media sosial memberi pengaruh besar pada tren kuliner. Popularitas makanan dan minuman sangat ditentukan oleh foodies yang memanfaatkan media online secara maksimal.

Sebut saja misalnya beberapa waktu lalu sempat heboh soal tren dalgona coffee atau garlic cheese bread yang awalnya justru hanya populer di medsos. Tetapi karena terus menerus dibahas, alhasil kudapan ini jadi booming dan diburu banyak orang.

Bukan hanya jadi makanan minuman yang bisa dikreasikan sendiri, bahkan banyak pelaku usaha yang menjadikan makanan hits ini sebagai media dagang untuk meraup keuntungan. Tapi seberapa efektifkah media sosial terhadap tren kuliner di masyarakat?

Agar Populer Bisnis Kuliner Harus Pakai Media Online dan Offline Foto: Getty Images/mattjeacock

Ditemui detikFood di kantornya di bilangan Cibubur, Jakarta Timur (6/1), Arto Soebiantoro selaku pakar brand lokal menjelaskan media online dan media offline sama-sama memiliki peran penting. Keduanya saling bersinergi, dalam arti lain tidak bisa hanya mengandalkan satu media saja.

"Sebelum ada medsos, orang pakainya offline. Sekarang ada online, tetapi harus tetap seimbang. Media online akan kurang berhasil kalau tidak ada peran offline, karena ini saling berkaitan," kata Arto.

Lebih lanjut, putra mendiang Kris Biantoro ini juga menjelaskan meskipun gencar menggunakan media online tetapi tetap pasarnya offline. Intinya, saat produk sudah menjadi tren secara online, tetapi penerimaan konsumen tetaplah bersifat offline. "Apakah produk bisa diterima, apakah produk sesuai dengan pasar. Hal ini kan dinilai secara langsung," kata Arto.

Lantas media sosial apa yang paling potensial untuk menyebarkan tren terbaru atau memasarkan produk? Pria berkacamata ini mengatakan semua medsos terbilang potensial. "Semua medsos sama saja, instagram, Facebook atau twitter semua ini kan hanya teknologi atau alat yang membantu untuk berkomunikasi dengan pasarnya. Intinya medsos hanya media untuk menyampaikan pesan."

Untuk makanan atau minuman yang menjadi tren berkat medsos, itu artinya produknya sesuai pasar sehingga bisa diterima dengan baik. Lain halnya dengan produk yang tak kunjung menjadi tren, tandanya pasar yang dituju kurang sesuai.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik