3 Perusahaan Tiongkok Ditendang dari NYSE, Beijing Ancam Balas Dendam


Beijing, 
- Pemerintah Tiongkok mengancam akan membalas tindakan New York Stock Exchange (NYSE) yang akan melakukan delisting tiga perusahaan telekomunikasi Tiongkok berdasarkan surat perintah Presiden AS Donald Trump yang diteken November lalu.

Kementerian Perdagangan Tiongkok menyebutkan bahwa, "Tiongkok akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi legitimasi dan kepentingan perusahaan-perusahaan Tiongkok. Demikian dikutip dari Global Times, Sabtu (2/1/2021).

NYSE pada Kamis lalu menyebutkan bahwa tiga perusahaan Tiongkok akan ditendang dari bursa AS: China Telecom Corp Limited, China Mobile Limited, dan China Unicom Hong Kong Limited. November lalu, Presiden AS Donald Trump melarang warga AS berinvestasi di perusahaan-perusahaan Tiongkok yang diduga terkait militer Tiongkok.

Larangan investasi tersebut mulai berlaku pada 11 Januari 2021, hanya beberapa hari sebelum Presiden terpilih Joe Biden dilantik. Menurut NYSE, larangan perdagangan untuk tiga perusahaan Tiongkok tersebut akan berlaku mulai 7 Januari dan selambat-lambatnya mulai 11 Januari 2021.

Kemdag Tiongkok mengatakan AS menyalahgunakan kekuasaan dan landasan keamanan nasional untuk menekan perusahaan-perusahaan Tiongkok. Langkah AS juga dinilai tidak sesuai dengan peraturan dan logika pasar, dan melanggar legitimasi perusahaan Tiongkok serta kepentingan investor dari negara lain, termasuk dari AS sendiri.

Trump sangat agresif terhadap Tiongkok, terutama setelah pandemi Covid-19 mulai mewabah. Trump menuding Tiongkok berada di balik penyebaran pandemi tersebut. Meskipun virus itu berasal dari Wuhan, Tiongkok, tetapi sejauh ini belum ada bukti-bukti terkait peran Pemerintah Tiongkok di balik penyebaran virus itu.

Beritasatu

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik