Tiga Relawan Meninggal setelah Menerima Vaksin Covid-19, Dokter: Korban Tewas Tersambar Petir


Kasus unik menimpa seorang relawan uji coba vaksin Covid-19 produk Moderna.
Setelah 28 hari menerima suntikan vaksin Moderna, relawan yang mantan petenis berusia 72 tahun itu ditemukan tewas.
Laporan dokter menyebutkan, pensiunan itu ditemukan tewas tersambar petir, namun tidak ditemukan keterkaitan vaksin memicu sambaran petir.
Hasil diagnosa, korban sambaran petir dengan aritmia - detak jantung tidak teratur - yang diyakini disebabkan oleh sambaran itu.
Selain petenis itu, sebenarnya ada dua relawan lain, yang setelah menerima vaksin Covid-19 menemui ajalnya.

Administrasi Makanan dan Obat AS (FDA) mengatakan, ada tiga Serious Adverse Effects (SAE) yang tewas setelah menerima vaksin.
Kedua peserta berusia 72 tahun dengan aritmia setelah tersambar petir 28 hari setelah vaksinasi.

Terakhir peserta berusia 87 tahun dengan bradikardia kronis yang memburuk 45 hari setelah vaksinasi.
Tidak ada pembaruan lebih lanjut tentang kondisi relawan yang nama dan jenis kelaminnya dirahasiakan.

Hal itu terungkap dalam pengarahan media tertulis dari Administrasi Makanan dan Obat AS (FDA) tentang keamanan vaksin baru.

Ketiga masalah kesehatan tersebut dianggap tidak terkait dengan suntikan itu sendiri.

Pada tinjauan FDA atas narasi tersebut, tidak satupun dari SAE ini yang dinilai terkait. Tidak ada kasus Covid-19 parah yang dilaporkan dalam penelitian ini.

Catatan sambaran petir ditemukan oleh Dokter Andrew Bohn di catatan lampiran halaman 54 analisis FDA dari tembakan Moderna, Metro melaporkan.

Bohn juga menyoroti grafik yang menunjukkan bagaimana peserta uji coba yang mendapatkan vaksin sebenarnya tidak lagi terinfeksi virus corona antara 10 dan 12 hari setelah menerimanya.
Dikutip zonapriangan.com dari Daily Star, vaksin Moderna, yang memiliki nama resminya mRNA-1273, telah dianggap aman dan 94% efektif oleh pemerintah AS.***


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik