Innalilahi! Tiba Tiba Jubir Presiden Fadjroel Rachman Menyampaikan Kabar Duka


Ketua MWCNU Kesamben, Jombang, M Setu mengungkapkan, masa muda almarhum lebih banyak dihabiskan di Pondok Pesantren Sumbersari Pare, Kediri untuk menekuni berbagai ilmu agama, sehingga diangkat menjadi pengasuh di lingkungan pondok tersebut untuk mengajar para santri.

"Dan sekitar tahun 2003, almarhum diambil menantu oleh H Suhadi dan Hj Sulfiyah Kedungboto yang dinikahkan dengan putrinya yang bernama Nanik Nur Wachidah," ujarnya saat jenazah hendak dimakamkan, Minggu 20 Desember 2020.
Meskipun sudah menjadi orang Jombang, almarhum masih aktif pulang pergi untuk mengajar para santri dan mengabdikan diri di Pondok Pesantren Sumbersari itu. Dan rutinitas ini dijalaninya setiap hari Rabu dan Kamis.

Kesibukannya cukup padat, di samping aktif mengurusi Majelis Ta'lim dan Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ) Asmaul Husna, ia juga seringkali mengisi kegiatan keagamaan di desa sekitar. Baru pada tahun 2008, kata dia, almarhum masuk dalam kepengurusan MWCNU Kesamben di jajaran Wakil Rais Syuriah. Sementara Rais Syuriyahnya KH M Sulton Podoroto dan Ketua Tanfidziahnya KH Saikun Afandi.

"Selama di kepengurusan beliau selalu aktif dalam mengisi Majelis Ta'lim yang diadakan oleh MWC maupun ranting NU," ungkapnya. Pada tahun 2012 MWCNU Kesamben menggelar konferensi. Dalam forum musyawarah tertinggi di NU tingkat kecamatan ini mengamanahkan kepada almarhum sebagai Rais Syuriah hingga 2017.
Saat itu Ketua Tanfidziahnya adalah H Achmad Syafi'i. "Kemudian pada konferensi MWCNU Kesamben masa khidmah 2017-2022 beliau terpilih kembali untuk kedua kalinya sebagai Rais Syuriah. Secara otomatis kegiatan beliau semakin padat dengan adanya kegiatan di Ahad Legi yaitu ngaji bareng NU dan Banom sebagai narasumbernya dari Rais Syuriah bergantian dengan wakil Rais Syuriah," tuturnya.

Almarhum tidak mengenal lelah untuk aktif dan berkhidmah di NU. Ia intens memberikan tausiyah dan pemahaman tentang ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah kepada para pengurus.

"Akhir-akhir ini, beliau ada uzur dengan kesehatannya sehingga banyak mengurangi kegiatan malam hari yang diadakannya MWCNU maupun ranting NU," ungkapnya. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua putrinya. Anak yang pertama duduk di bangku Madrasah Aliyah (MA) dan yang kedua masih berusia sembilan tahun.
"Atas nama MWCNU Kesamben menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga amal ibadahnya, pengabdiannya baik sebagai seorang alim, sesepuh juga Rais Syuriah, mudah-mudahan menjadi bagian khidmah beliau kepada NU diterima oleh Allah SWT," katanya.***


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik