Warga Sembayat Percaya Qosim-Alif Mampu Pegang Komitmen Jalankan Amanah Rakyat


Cabup-Cawabup Gresik, Moh. Qosim-Asluchul Alif menyapa pendukungnya di Desa Sembayat dan Karangrejo Kecamatan Manyar, serta di Desa Golokan Kecamatan Sidayu, Senin (23/11/2020). Antusias warga menyambut kedatangan paslon dengan akronim "QA" itu pun cukup besar.

Paslon Qosim-Alif datang dengan menaiki becak. Mereka kemudian keliling kampung. Selama keliling, banyak warga yang meminta foto bersama. Lagu iQAe juga terus berkumandang.

Warga di sana yakin jika Qosim-Alif menang pada coblosan Pilkada 9 Desember 2020, maka akan mampu memegang komitmen menjalankan amanah rakyat. Kepercayaan warga di sana semakin kuat setelah mereka menyaksikan langsung performa Qosim-Alif dalam debat publik pilkada perdana pada 20 November kemarin.

Ismatul Ulya, Warga Sembayat mengungkapkan, Pasangan Qosim-Alif berpengalaman di bidangnya masing-masing. "Keduanya dinilai mampu memegang komitmen dan amanah dalam melaksanakan program kerjanya untuk kesejahteraan warga Gresik," ujarnya.

Menurutnya, warga mengenal Alif berasal dari Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar. Alif dikenal sebagai sosok sederhana. Sebagai Direktur RS Fathma Medika juga dikenal sangat ramah dan suka membantu, terutama kepada warga yang kesulitan berobat.

"Bagi warga sini, Dokter Alif itu orangnya jujur, ramah, dan suka membantu. Semua pasti kenal sama beliau," ungkap Ismatul Ulya.

Isma-sapaannya berharap Qosim-Alif mampu membuat Kabupaten Gresik lebih baik lagi, jika nanti terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Gresik. "Semoga Qosim-Alif menang di Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, sehingga Gresik semakin maju," harapnya.

Ketika berkunjung ke Desa Karangrejo, Qosim-Alif tak lupa untuk berziarah kubur ke makam almarhumah Ibu Fathona (ibu dr. Alif) dan Mbah Buyut Hajat. Bagi Dokter Alif, di setiap momen penting dirinya selalu meminta izin dan mengirim doa kepada kedua orang tua. "Dengan berziarah kubur dan mengingat Allah, hati bisa menjadi tenang," ungkap dr. Alif.

Dalam kesempatan ini, Qosim juga menyampaikan alasannya membuat program 10 kartu apabila terpilih sebagai Bupati Gresik.

"Semua orang punya KTP. Tapi tidak semua orang boleh mengaksesnya, sehingga kami menciptakan kartu-kartu. Kami punya kartu guru bangkit, kartu nelayan bangkit, kartu pemuda bangkit, dan banyak lagi, itu agar semua tersistem," bebernya. (hud/zar)

bangsaonline.com