Simak, 7 Tips Sukses bagi Milenial ala Bos Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RGD) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (19/12/2019). RDG tersebut, BI memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 5 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menghadiri acara Leadership Camp Komunitas Penerima Beasiswa BI (GenBI) 2020 secara virtual Sabtu (28/11). Dalam acara tersebut Perry berbagi 7 kiat sukses milenial sebagai calon pemimpin masa depan kepada komunitas Penerima Beasiswa BI (GenBI).

"(Ada) Tujuh tips pemimpin masa depan yang profesional, inovatif dan kompeten," kata Perry di Jakarta, Sabtu (28/11).

Pertama, melakukan tugas dengan penuh cinta dan passion. Kedua mencinta ilmu. Perry berpesan milenial tidak boleh berhenti memperkaya diri dengan ilmu.

"Jangan pernah berhenti memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan," kata pesan Perry.

Ketiga, calon pemimpin masa depan harus bisa berpikir strategis dalam membangun dan mewujudkan mimpi. Keempat, pemimpin masa depan Darus bisa memimpin perubahan.

"Leading change, menjadi pemimpin terdepan dalam melakukan transformasi sejalan dengan visi misi," kata dia.

Kelima, memiliki komitmen dan dapat dipercaya. Caranya dengan berkomunikasi dalam meyakinkan orang lain untuk mewujudkan cita-cita

Kelima hal tersebut, lanjut Perry perlu dilandasi dua tips terpenting. Yakni harus dilandasi dengan cinta kepada Tuhan dan cinta keluarga. Semua hal tersebut harus dikuatkan dengan tetap berusaha, bermimpi dan berdoa.

“Jangan pernah berhenti berusaha, bermimpi, dan berdoa” ujar Perry.

Acara Leadership Camp dihadir lebih dari 5300 generasi milenial dari 174 perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan program dukungan Bank Indonesia terhadap pengembangan potensi para penerima beasiswa BI yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI).

Leadership Camp bertujuan untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, dan inovatif terutama dalam menghadapi era digital. Selain Leadership Camp, BI juga menyelenggarakan sejumlah program pengembangan kompetensi dan kepemimpinan para penerima beasiswa BI sepanjang tahun 2020. Antara lain GenBI Classroom, GenBI Virtual Workshop dengan topik content creator dan public speaking, serta berbagai kegiatan bertema INITIATE – ACT – SHARE – INSPIRE oleh anggota GenBI dari berbagai wilayah Indonesia.

Menghadirkan tokoh-tokoh narasumber inspiratif dalam bentuk webinar/kuliah umum kepemimpinan, kebanksentralan, workshop, dan kuis interaktif. Seluruh peserta diharapkan mampu mendapatkan insight, pengalaman berharga, dan termotivasi untuk selalu mengembangkan potensi diri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com


Bank Indonesia Pertumbuhan Ekonomi Global Mulai Membaik

Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Sabtu (15/12). Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 mendatang tidak jauh berbeda dari tahun ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bank Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi global mulai mengarah pada perbaikan. Terlihat dari pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 yang semakin membaik di berbagai negara.

Kondisi ini juga didorong kebijakan stimulus yang ditetapkan di masing-masing negara.

"Pertumbuhan ekonomi dunia pada triwulan III 2020 di banyak negara mulai membaik didorong oleh stimulus kebijakan dan peningkatan mobilitas," kata Kepala Departemen Komunikasi, Bank Indonesia, Onny Widjanarko di Jakarta, Jumat (27/11). Sejumlah indikator dini pada Oktober 2020 mengindikasikan perbaikan ekonomi global yang berlanjut. Hal ini tercermin dari mobilitas masyarakat yang meningkat.

Ekspansi Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur dan Jasa yang berlanjut di Amerika Serikat (AS) dan China. Keyakinan konsumen dan bisnis juga terus membaik di Amerika Serikat dan kawasan Eropa.

"Ekonomi Tiongkok tumbuh positif, sedangkan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS), kawasan Eropa, dan Jepang lebih tinggi dari prakiraan awal," kata dia.

Perbaikan ekonomi global ini mendorong kenaikan volume perdagangan dunia dan harga komoditas yang lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya.

Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan global menurun. Kondisi ini didorong ekspektasi positif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global dan ketidakpastian pemilu AS yang mereda.

Perkembangan ini kembali meningkatkan aliran modal ke negara berkembang dan mendorong penguatan mata uang berbagai negara. Termasuk salah satunya mata uang rupiah di Indonesia.

Merdeka.com










lpt6

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik