Jreng! Inggris Larang Mobil Bensin & Diesel Mulai 2030


Pemerintah Inggris akan melarang penjualan kendaraan bensin dan diesel mulai tahun 2030. Ini dilakukan sebagai bagian dari rencana 10 poin untuk revolusi industri hijau yang diumumkan Rabu (18/11/2020) oleh Perdana Menteri Boris Johnson.

"Rencana 10 poin saya akan menciptakan, mendukung dan melindungi ratusan ribu pekerjaan ramah lingkungan, sementara membuat langkah menuju nol bersih pada tahun 2050," kata Johnson dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.
"Revolusi industri hijau kami akan didukung oleh turbin angin Skotlandia dan Timur Laut, didorong oleh kendaraan listrik yang dibuat di Midlands dan dimajukan oleh teknologi terbaru yang dikembangkan di Wales."

Johnson sendiri telah mengalokasikan GBP 12 miliar atau setara dengan Rp 223 triliun (asumsi Rp 18.676/GBP) untuk rencana ini, yang diharapkan dapat mengamankan hingga 250.000 pekerjaan dan membantu memenuhi target agar Inggris menjadi netral karbon pada 2050.

Proposal tersebut termasuk melipatgandakan tenaga angin lepas pantai sebanyak empat kali lipat dalam satu dekade, sambil meningkatkan kapasitas produksi hidrogen untuk industri, transportasi, listrik dan rumah.

Investasi juga akan dilakukan dalam transportasi umum tanpa emisi, di samping penelitian tentang pesawat dan kapal tanpa emisi, dan dalam membuat bersepeda dan berjalan kaki terlihat lebih menarik.

Rencana tersebut berisi tujuan yang lebih luas untuk menjadikan Inggris sebagai pemimpin dunia dalam teknologi penangkapan karbon dan Kota London sebagai pusat global keuangan hijau.

Pemerintah juga akan menghabiskan GBP 525 juta (Rp 9,8 triliun) untuk mengembangkan pembangkit nuklir skala besar dan kecil, dan reaktor modular baru yang canggih, yang kemungkinan akan membuat marah para pecinta lingkungan.

Johnson berharap proposal ambisius itu dapat membantu memenuhi janji untuk mengurangi ketidaksetaraan regional Inggris yang mencolok dan memperbaiki beberapa kerusakan ekonomi akibat pandemi corona.

Mereka juga dipandang sebagai kesempatan untuk mengatur ulang pemerintahannya yang goyah dan menyelaraskan dengan prioritas Presiden terpilih AS Joe Biden, menjelang Inggris menjadi tuan rumah pembicaraan iklim global pada Desember mendatang.

Downing Street menyebut larangan terhadap mobil dan van dengan bahan bakar bensin dan diesel mulai tahun 2030 sebagai "konsultasi ekstensif dengan produsen dan penjual mobil".

Pada Februari lalu, Johnson mengatakan pemerintahnya akan bertujuan untuk mengakhiri penjualan tersebut pada tahun 2035, tetapi sekarang hanya akan mengizinkan penjualan kendaraan hybrid hingga tahun itu.

Di bawah rencana baru, mereka akan menginvestasikan GBP 1,3 miliar untuk memperluas titik pengisian kendaraan listrik di rumah dan jalan-jalan di seluruh Inggris, dan membuat GBP 582 juta tersedia dalam bentuk hibah bagi orang-orang untuk membeli kendaraan dengan emisi nol atau sangat rendah.

Sementara hampir GBP 500 juta akan dihabiskan dalam empat tahun ke depan untuk pengembangan dan produksi baterai kendaraan listrik. Di bawah proposal untuk mengurangi penggunaan gas emisi karbon, GBP 500 juta lainnya dialokasikan untuk uji coba menggunakan hidrogen di rumah untuk pemanas dan memasak.
Pemerintah bertujuan untuk membangun apa yang disebut "Lingkungan Hidrogen" dalam tiga tahun, "Desa Hidrogen" pada tahun 2025, dan kota dengan puluhan ribu rumah yang menggunakan gas pada akhir dekade ini.

Johnson juga akan menginvestasikan GBP 1 miliar dalam skema hibah yang diluncurkan pada September, dan akan diperpanjang selama satu tahun, untuk membuat rumah dan bangunan umum lebih hemat energi.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik