Hati-hati Menyimpan 7 Barang Ini di Mobil, Bisa Picu Kebakaran Kendaraan


Peristiwa kebakaran mobil mulai sering terjadi, apalagi ketika memasuki musim kemarau atau panas. Selain karena masalah teknis, beberapa benda yang dibiarkan bersemayam di dalam kabin pun bisa jadi pemicu.
Senior instructor sekaligus founder dari Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), Jusri Pulubuhu, menganjurkan pengendara untuk melakukan langkah antisipatif.
"Kebakaran memerlukan beberapa pemicu yang disebut segitiga api. Dia terdiri dari udara, panas, dan bahan bakar. Namun, untuk pencegahan sebaiknya tidak meletakkan barang-barang mudah terbakar dalam mobil," kata Jusri saat dihubungi kumparan, Rabu (27/5/2020) malam.

1. Korek Api Gas


Benda ini umumnya dibawa oleh perokok. Jangan tinggalkan korek api di dalam kabin. Hawa panas dan paparan sinar matahari bisa memicu terjadinya ledakan dan menimbulkan kebakaran.
"Ingat lagi, segitiga api itu ada dalam mobil. Memang sewajarnya (korek api) itu tidak boleh ada dalam mobil, bagi perokok jangan teledor," katanya.

2. Kacamata


Biasanya pengendara kerap meletakkan kacamata di atas panel atau dashboard mobil. Dijelaskan Jusri, kacamata memiliki sifat menarik panas dan menciptakan titik api ketika bersinggungan langsung dengan cahaya matahari.
"Ya, meski memang enggak semua kacamata, ya. Dia akan membalikkan panas dan terpantul pada komponen mobil seperti kulit atau kain," jelasnya.

3. Powerbank
Ketika suhu pada powerbank melebihi batas dan tingkatan panas tertentu, piranti ini akan mencapai titik puncaknya lalu bisa saja meledak.
Jusri menyarankan jangan meninggalkan powerbank dalam keadaan men-charge pada konsol lighter mobil. Sebaiknya pemilik membawa ketika keluar dalam mobil.

4. Body Spray atau Deodorant
Perlengkapan satu ini juga sering terlewat oleh pemilik mobil. Alih-alih ingin menjaga penampilan justru bisa picu terjadinya kebakaran.
Dalam body spray atau deodorant memiliki kandungan kimia aerosol yang memiliki tekanan tinggi dan dapat memicu api. Ketika berada di suhu panas dia akan bereaksi atau bisa saja meledak

5. Air Mineral
Berdasarkan laporan Thepochtimes, kebakaran bisa disebabkan dari botol air yang disimpan di dalam mobil. Ya, sinar matahari yang masuk ke air dalam botol dapat bereaksi layaknya kaca pembesar dan menimbulkan api.
Pantulan cahaya (panas) matahari akan mengarah ke bagian mudah terbakar dalam mobil seperti plastik atau pun jok kulit dan kain.

6. Hand Sanitizer
Hand sanitizer jadi barang yang wajib dibawa saat ini. Sehingga kerap kali cairan ini tersedia di dalam mobil.
Akan tetapi, hand sanitizer ini ternyata bisa memicu kebakaran pada mobil. Bahkan, penduduk kota Dubai Uni Emirat Arab (UEA) diimbau tidak meninggalkan hand sanitizer di dalam mobil.
“Sebaiknya memang tidak disimpan di dalam mobil karena panas dan dapat menyebabkan mudah terbakar. Jadi sebagai edukasi sebaiknya jangan, menghindari risiko terbakar," kata Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi.

7. BBM Cadangan


Meski membawa BBM cadangan jarang dilakukan namun Jusri mengingatkan agar pemilik kendaraan tidak melakukan hal ini. Umumnya, membawa bahan bakar cadangan menggunakan wadah jeriken dilakukan orang ketika perjalanan jauh atau melakukan adventure dengan kendaraan.
"Jangan tinggalkan barang-barang yang bersifat konvensional. Seperti BBM dalam tabung kecil apa pun atau diletakkan di di posisi yang menurutnya aman. Lalu kenapa di mobil tangki bbm itu tidak terbakar? karena dia tidak ada udara, sedangkan dalam mobil ada unsur segitiga api tadi," paparnya.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik