Dirumahkan, Pekerja Kapal Pesiar Jualan Makanan Meksiko Beromzet Rp 4 Juta Sebulan

Burritos Akamsi. Dok

Liputan6.com, Jakarta Merebaknya virus Covid-19 di Indonesia membuat beberapa perusahaan terpaksa merumahkan hingga melakukan PHK pegawai. Selain kebijakan WFH yang diterapkan perusahaan, lowongan pekerjaan juga semakin sedikit karena bisnis sedang mengalami penurunan pendapatan.

Namun hal itu tidak menyurutkan langkah Pemuda asal Tangerang Selatan Reynaldi Dermawan (25 tahun). Meskipun saat ini ia masih dirumahkan, tak membuat dirinya pasrah begitu saja.

Pertengahan Agustus 2020, dengan modal Rp 5 juta ia memberanikan diri membuka usaha kuliner di rumah dengan menjual Burritos.

Burritos Akamsi adalah makanan asli dari meksiko yang dikemas versi Asian dan Western, praktis, higienis, inovatif. Selain lezat dan mengenyangkan, Reynaldi menambahkan kelebihan produknya menggunakan kemasan yang ramah lingkungan.

“Selama pandemi ini saya nggak bisa mulai kembali kerja di cruise ship, tapi dengan adanya media sosial serta gofood sangat membantu usaha yang baru saya mulai 2 bulan terakhir ini. Saya kepikiran jualan Burritos karena ingin memperkenalkan makanan Meksiko, tapi saya kombinasikan dengan makanan Indonesia,” kata Reynaldi kepada Liputan6.com, Minggu (8/11/2020).

Di rumahnya, Reynaldi membuka kedai kecil berukuran 2x1 meter yang digunakan untuk memproduksi Burritos sekaligus melayani pelanggan yang memesan. Hingga saat ini ia mampu menghasilkan Rp 4 juta per bulan.

Pemuda yang bekerja di kapal pesiar ini, mengakui pendapatannya masih terhitung sedikit. Lantaran saat ini hanya mengandalkan penjualan secara online saja melalui media sosial Instagram @Burritos.akamsi dan Gofood.

Saat ini dirinya belum memiliki cabang di kota lain selain di Tangerang Selatan. Namun, rencananya bulan ini dirinya akan membuka cabang offline di daerah Jakarta Selatan, tujuannya agar bisa menjaring banyak pelanggan di luar Tangerang Selatan. Sekaligus sedikit demi sedikit mengembangkan usahanya lebih luas lagi.

Untuk menu, ditawarkan 4 jenis, yakni Burritos Pulled Beef, Burritos Roasted Beef, Burritos Wagyu Smoked Brisked, dan Burritos Bowl Roasted Beef. Harganya dibanderol mulai Rp 22 ribu-Rp 46 ribu dan ada dua varian Burritos, medium dan large.

“Karena saya baru mulai jalan, jadi orang-orang belum tahu juga jadi penjualannya di kisaran 6 porsi, tapi yang paling ramai pernah sampai 30 porsi,” ujarnya.

Selama pandemi ia aktif mempromosikan @Burritos.akamsi di media sosial dan gofood dengan memberikan diskon-diskon, untuk menarik pelanggan. “Strateginya lebih ke media sosial, karena saya juga terbatas untuk modal promosinya,” katanya.

Tak terhenti hanya di saat ini, Reynaldi berharap kedepannya ingin membuat usaha PT dengan nama Burritos Akamsi dan membuka lapangan pekerjaan untuk orang yang dirumahkan dan terkena PHK.

Apalagi jika ia berkesempatan mendapatkan pemakaian free kitchen dari Everplate, dirinya sangat tertarik untuk bergabung dengan Everplate.

“Menurut saya Everplate itu sangat membantu orang yang baru mulai usaha seperti saya yang keterbatasan modal. Jika Everplate memberikan kesempatan itu, saya siap untuk join dengan Everplate agar usaha saya lebih kenal banyak orang dan menikmati Burritos Akamsi,” jelasnya.

Reynaldi berpesan kepada generasi cuan di luar sana yang baru memulai usaha dan mempertahankan usahanya, agar tidak pernah berhenti mencoba hal baru. Walaupun tidak memiliki dasar berbisnis, yang penting ada kemauan.

“Saya sendiri pun tidak ada basic untuk usaha dan tidak berkecukupan, tapi saya punya motivasi untuk diri saya sendiri di masa pandemi ini. Karena saya salah satu orang yang dirumahkan selama pandemi ini, walaupun kita ada keterbatasan dalam masa PSBB,” pungkasnya.




#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik