Biar Kuat Hadapi Resesi, Masyarakat Perlu Siapkan Ini

Resesi sudah di depan mata. Menurut prediksi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 masih negatif. Artinya, Indonesia masuk jurang resesi karena ekonomi dua kuartal berturut-turut minus.
Namun pengumuman resminya akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini. BPS akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2020 pukul 11.00 WIB secara virtual.
Terkontraksinya perekonomian Indonesia sepanjang dua kuartal menimbulkan dampak negatif. Namun hal itu dapat diminimalkan bila kita mempersiapkan sejumlah hal.
Pertama, menurut Perencana Keuangan Zelts Consulting, Ahmad Gozali, hal utama yang perlu disiapkan oleh masyarakat adalah dana cadangan yang mudah dicairkan dalam jumlah yang memadai.
Porsi idealnya, setiap keluarga wajib menyimpan dana cadangan sebanyak 3-12 bulan pengeluaran. Tujuannya untuk jaga-jaga apabila terjadi badai PHK atau pemotongan gaji.
"Dana likuid ini untuk cadangan pengeluaran jika terjadi masalah dengan penghasilan. Saya sarankan agar tiap keluarga punya dana cadangan setara dengan 3 sampai 12 kali pengeluaran bulanan. Sebab, lapangan kerja akan semakin sulit mengingat aktivitas ekonomi menurun," kata Ahmad kepada detikcom beberapa waktu lalu.
Dana cadangan yang dimaksud bisa disimpan dalam bentuk tunai, tabungan, deposito, atau emas. Bila belum memiliki dana cadangan sebesar 12 bulan pengeluaran, maka upayakan terus menyisihkan 10-20% gaji ke dalam dana cadangan tersebut sampai jumlah yang ditakar mencapai targetnya.

"Untuk usaha mungkin perlu pertimbangan ulang jika ada rencana ekspansi. Untuk yang bekerja juga pertimbangkan kembali jika ada rencana pindah kerja. Sesuaikan kembali asumsi dalam bisnis," imbaunya.
Namun masyarakat tetap diperbolehkan berinvestasi di tengah situasi tersebut. Tentu strategi investasi perlu diubah agar kantong tetap kebal selama resesi.

Investasi fixed income atau investasi pendapatan tetap adalah produk investasi yang sudah pasti memberikan pendapatan seperti bunga dan nilai uang yang diinvestasikan tidak akan berkurang. Contoh investasi fixed income adalah deposito, tabungan di bank yang memberi bunga dan pasar uang.
Sedangkan investasi yang likuid adalah investasi yang mudah dikonversikan menjadi uang tunai dalam waktu singkat. Misalnya obligasi dan reksadana dan lain sebagainya Namun sebelum berinvestasi, pastikan dana cadangan sudah aman.

Masyarakat juga perlu mengerem pengeluaran yang dirasa tidak penting dan mengalihkan uang tersebut ke dana cadangan tadi.

"Ditahan dulu deh belanja konsumtifnya, tahan dulu aja, disimpan dulu aja uangnya, tidak lama kok paling tidak untuk 6 bulan ke depan, kalau 6 bulan sudah beres, Januari, Februari sudah aman baru boleh belanja lagi," kata Chairman & President Asosiasi Perencana Keuangan IARFC (International Association of Register Financial Consultant) Indonesia, Aidil Akbar kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Beberapa pengeluaran konsumtif yang dimaksud seperti biaya untuk travelling, mudik akhir tahun, ganti HP, borong sepeda lipat, dan belanja tidak penting lainnya.


#GresikBaik
#InfoGresik
#Gusfik