Belajar dari Kasus Maybank, Ini Tips Simpan Uang buat Nasabah Tajir



Atlet eSport Winda Lunardi dan ibundanya, Floleta harus menelan pil pahit. Pasalnya, uangnya di PT Maybank Indonesia Tbk cabang Cipulir sebesar Rp 22 miliar raib.
Agar kasus serupa tidak terulang, bagi anda yang berkantong tebal dan mau menyimpan dana di bank, ada baiknya baca saran berikut ini. Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menyarankan harus membuat beberapa rekening dari berbagai bank untuk memecah tabungannya.

"Sebaiknya pecah tabungan kita menjadi beberapa akun rekening. Bahkan kalau perlu di beberapa bank sebagai bentuk pemecahan risiko," kata Andy kepada detikcom, Jumat (6/11/2020).
Agar rekening tidak gampang dibobol, para nasabah juga diminta agar tidak memberitahukan kode PIN kepada sembarang orang.
"Jangan pernah membagikan pin ATM atau user id, password dan pin transaksi mobile banking atau internet banking ke sembarang orang," ucapnya.

Yang tidak kalah penting, nasabah diminta untuk mencetak buku tabungan atau cek saldo tabungan secara berkala maksimal satu kali dalam satu bulan. Dengan begitu, jika ada kejanggalan maka nasabah dapat segera mengetahui dan melaporkan.
"Seperti pada kasus Maybank, maka sebaiknya untuk pemantauan rekening jangan hanya mengandalkan print out rekening koran, tapi juga punya akses untuk mengecek langsung rekening kita via mobile atau internet banking," imbuhnya.
Masih ada lagi sejumlah tips untuk nasabah berkantong tebal yang mau simpan uang di bank.
Perencana Keuangan Eko Endarto menambahkan bahwa nasabah harus mengetahui betul apa jenis produk yang dipilih untuk menyimpan uang di bank. Jika sudah tahu, maka para nasabah harus memiliki bukti tersebut dan harus rutin mengeceknya.

"Kayak deposito ada sertifikat depositonya, giro ada rekening korannya, tabungan juga sama. Harusnya klien mengerti produknya seperti apa. Kalau sudah tahu harus di cek, harusnya ada laporan secara periodik," ucapnya dihubungi terpisah.
Saat menyetorkan uang di bank, para nasabah juga disarankan agar tidak gampang percaya terhadap pihak yang menjadi karyawan bank. Sebelum dan sesudah setor uang, alangkah baiknya nasabah selalu cek saldo tabungan.

"Kadang-kadang nasabahnya pun terlalu mempercayai kepada oknum-oknum tadi. Jadi setor uang nggak mau setor sendiri, tapi disetorin karyawannya, ketika setor nggak di cek lagi sudah masuk atau belum. Nah itu harusnya mereka selalu crosscheck," tandasnya.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik