Ayo Orangtua, Ajak Anak Manfaatkan Teknologi Digital dengan Benar


Ilustrasi anak-anak bermain gadget(Shutterstock)


KOMPAS.com - Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Sayangnya, HAN tahun ini dilalui di tengah situasi pandemi Covid-19. Meski begitu, orangtua harus terus membantu anak membangun optimisme di tengah situasi tak menentu seperti saat ini. Ada pun untuk merayakan HAN, Pemerintah mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dan tagline “Anak Indonesia Gembira di Rumah”.

“Mari kita ajak anak-anak memanfaatkan waktu untuk mengembangkan diri secara kreatif dengan hati yang gembira." Demikian diungkapkan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Prof. Dr. Widodo Muktiyo, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com. Di kala melewati masa pandemi, anak-anak tidak bisa banyak beraktivitas dan bermain di luar rumah. Terkait kondisi ini, orangtua diimbau untuk membimbing anak menerapkan protokol kesehatan dan beradaptasi dengan kebiasaan baru. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital. Namun, Widodo mengingatkan agar teknologi digital dimanfaatkan secara positif demi menunjang tumbuh kembang anak secara optimal. Beberapa pemanfaatan yang bisa dilakukan antara lain untuk pembelajaran jarak jauh, membangun komunikasi, hingga membangun kreativitas.

“Melalui momentum ini, kita ingin meningkatkan peran keluarga dalam pengasuhan dan memastikan anak-anak tetap di rumah dan bergembira selama masa pandemi Covid-19," kata Widodo.

Kegembiraan itu, sambung Widodo, salah satunya bisa dicapai dengan memanfaatkan media digital untuk belajar dan bergembira di rumah

Mendampingi anak

Anak lebih banyak menggunakan teknologi digital di masa pandemi, adalah sebuah keniscayaan. Namun, demi menghindari masalah yang tidak diinginkan, orangtua juga perlu lebih cerdas dalam melakukan pendampingan. Pendiri komunitas Parenttalk.id, Nucha Bachri, misalnya, beberapa waktu lalu mengingatkan risiko kecanduan gawai pada anak. Salah satu penyebabnya adalah karena orangtua terlalu sibuk sehingga tidak bisa mengawasi anak mereka yang belajar dari rumah. “Masalahnya screen time anak meningkat, orangtua sibuk WFH, dan durasi penggunaan gawai anak tidak terkontrol,” kata Nucha, seperti dikutip dari pemberitaan Kompas.com, 21 Juli 2020 lalu.

Ia menyarankan orangtua untuk mencari tahu hal-hal yang belum dipahami, bahkan bila perlu mencoba aplikasi, games, dan masuk ke beberapa situs yang disukai anak. Demi melatih kedisiplinan, orangtua juga perlu membuat aturan tentang penggunaan gawai dan internet, serta memberi konsekuensi jika aturan itu dilanggar anak. “Buka dialog dengan anak, ngobrol tentang apa yang sedang anak lakukan. Sesekali coba masuk ke dunia maya bersama anak dan saling berbagi pengalaman online,” kata dia.






#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik