8 Program Qosim-Alif di Pilkada Gresik 2020, Bangkitkan UMKM hingga Permudah Perizinan

Mohammad Qosim dan Asluchul Alif (kanan), usai tahapan proses pendaftaran di KPU Gresik.(KOMPAS.COM/istimewa)

GRESIK, KOMPAS.com - Pasangan calon (paslon) nomor urut 1 di Pilkada Gresik, Mohammad Qosim-Asluchul Alif (QA) menawarkan delapan program kepada masyarakat. Pasangan Qosim-Alif sepakat mengusung visi Gresik religius, sehat berkelanjutan, dan sejahtera untuk semua. Visi itu akan diwujudkan dengan delapan program yang telah disusun. Pasangan Qosim-Alif akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai religius dan kearifan lokal. Pasangan ini akan meningkatkan kontribusi pondok pesantren, organisasi keagamaan, kepemudaan, kebudayaan, serta mengoptimalkan pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata religi di Gresik. Pasangan ini juga berjanji memberikan jaminan kesehatan secara gratis kepada warga prasejahtera, akselerasi program siaga aktif bagi desa dan kelurahan, serta digitalisasi layanan kesehatan.
"Nantinya setiap warga akan kami berikan kartu. Ada kartu UMKM bangkit, nelayan bangkit, petani bangkit, peternak bangkit, kartu guru swasta bangkit dan sebagainya," ujar Alif saat ditemui di salah satu kafe di Kecamatan Suci, Gresik, Senin (2/11/2020).
"Kenapa harus dengan kartu? karena dengan begitu, semua data akan valid dan cepat terakses. Semua data akan tersambung (database), sehingga bila kami butuh data mengenai berapa orang jumlah petani, nelayan, UMKM, semua bisa up date," jelasnya. Pasangan nomor urut satu itu juga bakal meningkatkan kualitas sumber daya yang produktif dan berdaya saing. Ia akan melakukan link and match pendidikan vokasi, memberi beasiswa kepada keluarga prasejahtera, insentif bagi tenaga pendidik dan rohaniawan berprestasi, serta menginisiasi pengembangan pemuda dan pemudi dalam pembangunan. Selain itu, pasangan Qosim-Alif akan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berwibawa, transparan, dan melayani warga secara cerdas dan penuh integritas. Caranya, dengan meningkatkan kinerja pelayanan publik berbasis smart city, mengembangkan indeks kinerja ASN, dan zona integritas bebas korupsi hingga tingkat desa.
Alif mengatakan, program kelima bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan yang kreatif.  Hal ini diwujudkan dengan mendampingi pelaku ekonomi mulai sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM , usaha mikro lainnya. Pasangan ini juga bakal mengembangkan ekosistem agro industri perdesaan, hingga menjadikan Bumdes sebagai inkubator bisnis berbasis pedesaan. "Selain kesehatan, di saat seperti sekarang ini yang penting itu juga perekonomian, kesejahteraan masyarakat di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Bagaimana ekonomi semua elemen masyarakat ini bisa bangkit," kata Alif.
Alif menambahkan, misi keenam yang bakal diwujudkan yakni pembangunan infrastruktur berkelanjutan, merata, dan berwawasan lingkungan. Pasangan Qosim-Alif bakal meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur yang merata untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi, optimalisasi penurunan emisi karbon, pengolahan limbah serta mengembangkan green economic dan green building. Program ketujuh adalah mewujudkan daya saing ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Mereka akan memudahkan akses permodalan, produk unggulan, hingga optimalisasi peningkatan status desa. "Jadi masyarakat yang belum menjadi pengusaha nantinya bisa mendapatkan kartu UMKM bangkit. Kita akan dampingi mulai dari izin, modal, produksi hingga cara marketing juga," tutur Alif.
"Setelah itu kami juga akan mengusahakan supaya produk hasil UMKM ini menjadi bagian di pasar modern, kami juga akan fasilitasi dengan menciptakan pasar online, dan kegiatan pemerintah daerah sebisa mungkin melibatkan atau memakai produk hasil UMKM kita," lanjut Alif. Program kedelapan adalah mewujudkan pengembangan dan perluasan kesempatan kerja, kemudahan investasi, serta pembangunan kawasan ekonomi berbasis sumber daya alam dan ramah lingkungan.
Pasangan Qosim-Alif akan meningkatkan kompetensi pencari kerja, produktivitas serta kesejahteraan pekerja, pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis kawasan komoditas, serta mengembangkan sentra pariwisata terintegrasi. Paslon Qosim dan Alif diusung koalisi PKB dan Partai Gerindra. PKB mengantongi 13 kursi dan Gerindra delapan kursi di parlemen. Sebelumnya, Qosim merupakan wakil bupati Gresik dan Alif sebagai wakil pimpinan DPRD Gresik.



kompas

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik