Sri Mulyani: Literasi Digital Percepat Upaya Pemulihan Ekonomi RI

                                                         (ilustrasi)


Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut literasi digital saat ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Mengingat hal itu menjadi kunci kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia untuk menghadapi era transformasi digital.

"Literasi di bidang digital (penting) guna meningkatkan produktivitas nasional dan mempercepat upaya pemulihan," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (1/9).

Dia menjelaskan, dalam rangka mendukung peningkatan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kebijakan dan strategi pemerintah antara lain penyediaan layanan telekomunikasi dan internet yang dapat dijangkau masyarakat, melalui pemberian kemudahan perizinan penyelenggaraan infrastruktur telekomunikasi dan internet.

Kemudian melalui optimalisasi dana Universal Service Obligation (USO) dalam menyediakan dan menjaga kualitas layanan akses telekomunikasi dan internet, melalui penyediaan BTS untuk desa nonkomersial, dan penyediaan satelit multifungsi untuk akses internet.

Pada tahun 2021 pemerintah juga berkomitmen untuk mempercepat pembangunan akses telekomunikasi dengan menyediakan 5.053 BTS di daerah 3T dan perbatasan, akses internet di 12.377 lokasi layanan publik, penyediaan kapasitas satelit, dan pemanfaatan backbone Palapa Ring yang telah dibangun.

"Seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan teknologi digital dan internet secara produktif dan bertanggung jawab," tandas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com


Menteri Teten: UMKM Digital Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan ada lima skema perlindungan dan pemulihan KUMKM di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat mengoptimalkan teknologi digital dalam menjalankan usaha. Selain itu, Teten juga meminta pelaku UMKM segera melakukan adaptasi dan inovasi produk.

"UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi," tandas Teten pada acara diskusi daring Karya Kreatif Bangsa (KKI) dan Kick-Off Gerakan Nasional Bangga Buata Indonesia, di Jakarta, Minggu (30/8/2020).

Di acara yang juga dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan beberapa menteri lainnya, Teten menyebutkan bahwa tercatat sejak pandemi terjadi, penjualan di e-commerce naik 26 persendan mencapai 3,1 juta transaksi per hari (McKinsey Juni 2020).

Namun, demikian angka awal 2020 pemerintah mendata baru 8 juta UMKM hadir dalam platform digital atau 13 persen dari total populasi UMKM di Indonesia.

Tantangan lain juga tidak cukup hanya hadir dalam platform digital, isu sustainability dari UMKM di platform digital juga patut mendapat perhatian. "UMKM tidak hanya harus bertahan, namun harus mampu menjadi kompetitif baik di pasar lokal dan global," ujarnya.

Untuk itu, Teten menekankan perlunya peningkatan kerjasama antara Kementerian dan Lembaga, pemerintah daerah, institusi perbankan, fintech, marketplace serta seluruh pihak lain yang terlibat, untuk menyiapkan the Future SMEs agar UMKM dapat bersaing di pasar domestik dan pasar global.

"Pasalnya, pandemi Covid-19 berdampak signifikan bagi pelaku UMKM di Indonesia, baik dari sisi supply maupun demand," tukasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com






#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik