Produknya Diboikot Negara-negara Timur Tengah, Bursa Saham Perancis Anjlok


Setelah poduknya ramai-ramai diboikot negara kawasan Timur Tengah, bursa saham Perancis anjlok. Indeks acuan CAC di Bursa Efek Paris anjlok 1,9 persen.


Dalam penutupan perdagangan Senin (26/10/2020, indeks acuan CAC di Bursa Efek Paris turun 93,52 poin atau anjlok 1,9 persen menjadi 4.816 poin.


Padahal dalam penutupan Jumat pekan lalu, indeks CAC sempat naik hingga 1,2 persen. Melemahnya Bursa Efek Paris mengekor turunnya bursa-bursa saham di sejumlah negara di Eropa.


Anjloknya indeks saham di Perancis ini terjadi setelah sejumlah negara di Timur Tengah melakukan boikot produk-produk Perancis. Ini karena Presiden Perancis Emmanuel Macron dianggap menghina Islam dan Nabi Muhammad.


Pekan lalu, Presiden Macron mengatakan, tidak akan mencegah penerbitan kartun Nabi Muhammad dengan alasan kebebasan berekspresi.


Macron juga bertekad akan memberantas kelompok-kelompok ekstrimis di negaranya.


Pernyataan Macron ini mendapat dukungan dari koleganya, sesama pemimpin negara Eropa, antara lain Kanselir Jerman Angela Merkel, pemimpin Yunani dan Austria.


Kasus ini bermula dari kasus pemenggalan seorang guru bernama Samuel Paty pada 16 Oktober2020. Pelakunya adalah seorang pengungsi Chechen kelahiran Moskow berusia 18 tahun. Pelaku kemudian ditembak mati polisi.


Menurut polisi, sebelum dipenggal, Paty mendiskusikan karikatur Nabi Muhammad SAW di kelasnya, hal yang memicu ancaman terhadapnya.

Antvklik

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik