Pabrikan Otomotif ini akan Produksi Mobil Listrik Berbasis Android


Pada Februari lalu, sebuah perusahaan kendaraan listrik asal Tiongkok, Polestar telah merilis konsep sedan ramah lingkungan. Seperti kebanyakan konsep yang dirilis perusahaan otomotif pada umumnya, kala itu belum jelas apakah konsep tersebut akan diproduksi menjadi mobil sungguhan. Akan tetapi, Polestar hari ini telah menghapus ketidakpastian itu dan mengumumkan bahwa kendaraan tersebut memang tengah diproduksi.

Polestar sendiri merupakan sub-brand dari pabrikan mobil Volvo dan dimiliki oleh anak perusahaan bernama Geely. Perusahaan ini tengah memproduksi Polestar 2, atau sedan listrik berbasis Android yang ditujukan untuk pelanggan di Eropa dan Amerika Utara. Meski pada kesempatan selanjutnya mereka juga dikabarkan hendak memroduksi Polestar 3 yang berbentuk SUV, akan tetapi kini produksi tengah berfokus pada Polestar 2.

Polestar 2 kabarnya juga mengadopsi konsep terdahulu dari Volvo atau lebih tepatnya seri XC40. Oleh karena itu, nantinya kendaraan ini akan menawarkan sensasi kepada pengguna layaknya mengendarai hatcback atau kendaraan berpintu belakang dengan rasa sedan.

Kendaraan ini dirilis bersama komitmen mereka terhadap perspektif keberlanjutan. Ketika pertama kali dirilis, prinsip itu katanya sudah terlihat dari bagaimana cara perusahaan membuat panel interior, dan kursi yang terbuat dari komposit berbasis tanaman rami.

Tak hanya itu, kursi Polestar 2 juga dibuat berdasarkan rajutan daur ulang Polietilen Tereftalat (PET) yang berasal dari botol. Ia juga menyertakan guling dan bantal yang terbuat dari gabus daur ulang, sekaligus karpet yang terbuat dari jaring ikan bekas.

“Konsumen ingin melihat perubahan dari industri ini. Kami berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dari mobil dan bisnis kami. Tujuannya harus ramah iklim, dan saya menyadari hal itu adalah prospek jangka panjang," tutur CEO Polestar, Thomas Ingenlath seperti dilansir The Verge , Sabtu (26/9).

Polestar nantinya juga akan mengadopsi sistem informasi Google. Dengan sistem tersebut, kendaraan listrik generasi pertama milik Volvo ini dapat mengenal sang pemilik saat mendekat dan secara otomatis akan menyiapkan aplikasi maupun pengaturan favorit. Mereka juga akan memanfaatkan peforma Google Assistant yang kedepannya dapat memproses bahasa dengan aksen lokal.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik