Mengganti Gula dengan Madu Lebih Sehat, Benarkah?


LEMAK memang kerap dianggap biang keladi kolesterol hingga obesitas. Padahal, tidak semua lemak buruk bagi tubuh manusia hanya lemak jenuh yang terdapat dalam makanan olahan saja.
Tapi, tahukah Anda apa yang lebih berbahaya dari lemak? Jawabannya adalah gula. Ya, gula turut memiliki reputasi makanan terburuk yang harus dihindari. Pasalnya, gula bisa membuat orang diabetes, yang disebut sumber dari segala penyakit.

Tapi, bukan berarti kita tidak bisa makan makanan manis. Beberapa jenis makanan manis seperti cokelat batangan memiliki manfaat kesehatan yang baik untuk tubuh. Kudapan ini bahkan sering dikonsumsi pekerja kantoran untuk menambah energi dan mengusir rasa kantuk.


Itulah sebabnya kita harus mengetahui lebih dalam beberapa mitos seputar gula, dan menyaring kebenarannya. Nah, pada artikel kali ini, Okezone akan membahas 3 mitos seputar gula yang sering dipertanyakan oleh banyak orang. Berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir dari Foodbeast.

Gula merah dan madu lebih sehat

Berapa banyak dari Anda yang lebih suka membeli gula merah dan madu daripada gula putih? Faktanya, semua jenis gula termasuk gula merah, madu, agave, dan sirup maple, pada dasarnya memengaruhi tubuh dengan cara yang sama seperti gula putih. Ini berarti Anda harus benar-benar mengonsumsinya dalam jumlah sesedikit mungkin.

Jus buah tidak mengandung gula

Banyak yang mengatakan bahwa olahan jus alami tidak mengandung gula sama sekali. Perlu diketahui bahwa buah-buahan mengandung fruktosa, sejenis gula yang hampir mirip dengan glukosa pada makanan lain. Cara tubuh memetabolisme fruktosa pun hampir mirip ketika mencerna glukosa. Lalu apa kesimpulannya?

Jus buah terbukti mengandung gula dan sebaiknya Anda tidak terlalu kalap saat mengonsumsinya, meski jus ini terkadang kaya akan nutrisi esensial lainnya seperti serat, vitamin, dan mineral. Belum lagi, sebuah penelitian berhasil mengklaim bahwa terlalu berlebihan mengonsumsi minuman manis termasuk jus buah, dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

Gula memberi energi

Studi yang baru diterbitkan dalam jurnal Neuroscience and Biobehavioral Reviews menemukan bahwa makanan kaya gula ternyata tidak terbukti memberi energi ekstra, namun justru menguras cadangan energi di dalam tubuh.
Makanan manis juga dapat mengganggu ketajaman mental dan kejernihan berpikir seseorang. Studi ini didukung oleh penelitian terbaru oleh sebuah tim ahli dari Eropa. Mereka mengklaim gula tidak memiliki manfaat yang signifikan baik untuk aktivitas fisik, dan mental.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik