Media Inggris Sebut Jokowi 'Membela Diri' Atas Buruknya Penanganan Virus Covid-19 di Indonesia


Jokowi menekankan kesehatan masyarakat tetap jadi prioritas pemerintah /
PORTALSURABAYA.com - Dalam pidato terbaru pada Sabtu, 3 Oktober 2020 Presiden Joko Widodo yang berkaitan dengan penanganan COVID-19 di Indonesia menjadi sorotan banyak media asing. Jokowi mengklaim bahwa pemerintahannya sudah cukup berhasil dalam menangani pandemi COVID-19 di Indonesia.
"Tujuh bulan kita sudah menghadapi pandemi ini. Saya paham masih banyak tantangan, namun tidak sedikit yang kita kerjakan...
"Mari kita menilai berdasarkan fakta dan data, dan bukan berdasarkan kira-kira. Saya bisa mengatakan penanganan COVID-19 di Indonesia tidak buruk, bahkan cukup baik. Maka saya hanya bicara fakta," ucap Jokowi di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Karena penilaian 'cukup baik' dari Jokowi, langsung ramai menjadi sorotan media berbagai negara, seperti Reuters dari Inggris.
Namun berbeda dengan faktanya negara Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kematian paling tinggi di Asia. Berdasarkan data dari Worldometer kasus kematian akibat COVID-19 di Indonesia ada di angka 11.055 kasus.

Reuters menulis artikel dengan judul "Jokowi Bela Rekor COVID-19, Kecam 'Polemik', pada Minggu 4 Oktober 2020, serta menganggap bahwa pidato Jokowi adalah sebuah pembelaan dan dianggap pemerintahan Jokowi lebih mementingkan ekonomi daripada kesehatan.
" Penanganan pemerintah terhadap pandemi sejak bulan Maret mendapat kritikan dari beberapa pakar kesehatan masyarakat karena memprioritaskan ekonomi daripada kesehatan masyarakat," Tulis Reuters.
Tak hanya presiden Jokowi yang menjadi sorotan, Menteri Kesehatan (Menkes) Indonesia Terawan juga ikut disoroti kinerjanya. Walaupun tidak menyebut secara gamblang nama Terawan.

Reuters menulis beberapa kritikan keras untuk Terawan dari warganet dan grup relawan. seperti pengeluaran pemerintah yang tidak mencukupi untuk pandemi hingga harga test COVID-19 yang mahal.
Reuters juga mengutip beberapa bagian dalam pidato Jokowi yang menilai baik dalam penanganan COVID-19.

" Saya bisa katakan penanganan COVID di Indonesia tidak buruk, memang sudah cukup baik', kata Presiden di akun YouTube resminya, dengan alasan jumlah kasus dan kematian di negara itu lebih rendah daripada negara-negara dengan jumlah populasi yang besar (seperti Indonesia)," Tulis Reuters.
Tak hanya itu, Reuters juga menjelaskan bahwa Indonesia terancam resesi akibat COVID-19 dan membandingkannya dengan negara lain.Namun Indonesia hanya akan menderita sedikit resesi ekonomi.
"Ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini (Indonesia) akan memasuki resesi pertamanya sejak krisis keuangan Asia 1998 pada tahun ini akibat pandemi. Namun, kata para pejabat, perkiraan kasus terburuk pemerintah yaitu kontraksi 1,7 persen pada tahun 2020, (ini) lebih baik daripada banyak negara lain," Tulis Reuters.
Dalam penutupnya, Reuters menjelaskan bahwa Presiden Jokowi bersumpah untuk memerintahkan para menteri untuk memperbaiki respons krisis pandemi dan meminta masyarakat untuk melaporkan atau memberikan kritikan kepada pemerintah.


#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik