Karomah Habib Sholeh Tanggul, Singkirkan Wabah Penyakit dengan Secarik Kertas



HABIB Sholeh bin Muhsin Al-Hamid atau yang akrab disapa Habib Sholeh Tanggul, merupakan salah satu ulama besar dari kalangan wali min auliya'illah. Derajat kewalian Habib Sholeh sangat tinggi, bahkan mencapai maqab wali quthb. Sebuah derajat tertinggi di kalangan auliya pada zamannya.

Habib Sholeh Tanggul berasal dari keluarga ulama sufi yang juga bekerja sebagai pedagang di Hadhramaut, Yaman. Ayahnya bernama Habib Muhsin bin Hamid sedangkan ibunya bernama Syarifah Aisyah.
Beliau adalah ulama yang menghabiskan masa dakwahnya di wilayah Tanggul, Jember, Jawa Timur. Banyak kisah tentang karomah Habib Sholeh yang masyhur hingga saat ini. Salah satunya ialah mampu menyingkirkan wabah penyakit mematikan di zamannya.

Menukil dari laman facebook Habib Ahmad bin Ali Assegaf, disebutkan dulu semasa Habib Sholeh hidup, terdapat sebuah kampung yang dilanda wabah penyakit aneh. Siapapun yang terkena penyakit ini pasti meninggal dunia. Sehingga masyarakat setempat menamainya penyakit 'madeblug'.

Mungkin penamaan wabah penyakit ini diambil dari keadaan si penderita, di mana siapa yang terjangkit penyakit ini maka akan langsung ambruk terjatuh hingga menimbulkan suara "gedebuk".



"Siapa yang terserang (penyakit ini) pagi hari, maka sorenya mati. Siapa yang terserang sore maka malamnya mati. Wabah ini begitu menakutkan masyarakat," tulis Habib Ahmad dalam postingannya.

Hingga akhirnya, penduduk desa melaporkan kejadian itu kepada Habib Sholeh Tanggul. Datanglah beberapa orang ke rumah sang wali meminta tolong untuk didoakan agar sembuh dari penyakit misterius itu. Alhasil, beberapa orang yang datang tadi sepulang dari rumah Habib Sholeh langsung sembuh seketika melalui wasilah air doa yang diberikan sang habib.

Kabar itu pun dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut, hingga akhirnya banyak orang berbondong-bondong menggunakan truk menyambangi rumah Habib Sholeh Tanggul. Melihat peristiwa itu, terang saja Habib Sholeh terkejut. Maka Habib Sholeh bertanya kepada salah satu ketua rombongan tersebut.

"Apakah di wilayah kalian ada sumber air seperti danau?" tanya Habib Sholeh.

"Ada yaa Habib," jawab mereka.
Tanpa pikir panjang, Habib Sholeh kemudian mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuatu dan langsung melipatnya. Habib Sholeh lalu memerintahkan kepada ketua rombongan untuk menceburkan kertas tadi ke danau di wilayah mereka yang dilanda wabah penyakit.

"Setelah itu ambil dan minumkan airnya kepada orang-orang yang terkena wabah penyakit. Insya Allah khoir," pesan Habib Sholeh.
Singkat cerita, semua perintah Habib Sholeh langsung dilaksanakan. Hasilnya, seluruh penduduk kampung yang tadinya jatuh sakit seketika langsung sembuh. Mereka pun bergembira dan bersyukur kepada Allah Ta'ala.

Namun, ada yang mengganjal hati sang kepala desa di balik keajaiban tersebut. Ia pun penasaran apa kalimat yang ditulis Habib Sholeh di secarik kertas yang diceburkan ke danau tadi. Ia lantas menyuruh salah seorang warganya untuk menyelam dan mengambil kertas tersebut.
"Setelah didapat, di kertas itu tidak ada tulisan istimewa, semacam rajah, wafaq atau doa-doa dari Alquran atau hadits. Tetapi di kertas itu hanya ada tulisan 'Selamat Tinggal Madeblug'. Begitulah salah satu keistimewaan karomah Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid, Tanggul," tutup Habib Ahmad di akhir ceritanya.



#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik