Cara Masak Nasi Putih yang Lebih Rendah Kalori, Menurut Sains


Bagi kebanyakan orang Indonesia, nasi adalah makanan pokok yang tidak boleh dilewatkan. Bahkan, ada ungkapan bahwa kalau belum makan nasi, berarti belum makan.
Namun, bagi orang-orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan, nasi khususnya nasi putih juga menjadi sesuatu yang harus dikurangi atau dihindari karena kalorinya yang tinggi.
Satu cangkir nasi putih mengandung kira-kira 200 kalori. Mayoritas berbentuk pati yang ketika berada di dalam tubuh, diolah menjadi gula dan ditumpuk menjadi lemak.
Untungnya, para ilmuwan telah menemukan cara memasak nasi putih yang lebih rendah kalori. Trik ini bahkan bisa memangkas kalori nasi putih hingga 50 persen dan meningkatkan manfaat kesehatannya.
Dilansir dari Washington Post, caranya adalah dengan memasak nasi putih di panci seperti biasa. Namun, sebelum memasukkan beras, masukkan dulu minyak kelapa sebanyak 3 persen dari berat beras ketika air mendidih.
"Setelah matang, kita biarkan (nasi) menjadi dingin di kulkas selama 12 jam di dalam kulkas," ujar Sudhair James ketika mempresentasikan temuan awalnya di National Meeting & Exposition of the American Chemical Society (ACS) tahun 2015.

Penjelasan ilmiahnya
Rahasianya bisa dijelaskan oleh ilmu kimia. Pati rupanya berbeda-beda macamnya.
Ada pati yang rupanya hanya butuh sedikit waktu untuk dicerna, diubah menjadi glukosa dan akhirnya menjadi glikogen yang menumpuk sebagai lemak perut jika tidak dibakar. Ini disebut pati cepat cerna atau digestible starch.
Sebaliknya, ada yang namanya pati tahan cerna atau resistant starch. Pati jenis ini butuh waktu lama untuk diproses oleh tubuh dan tidak bisa diubah menjadi glukosa atau glikogen. Alhasil, makanan yang banyak mengandung pati tahan cerna memiliki kalori yang lebih rendah.
Nah, cara memasak suatu makanan rupanya bisa mengubah jenis pati di dalam makanan. Kentang, misalnya. Pati tahan cerna di dalamnya berubah menjadi pati cepat cerna ketika dimasak. Hal serupa juga terjadi pada sayur-sayuran, seperti kacang polong dan ubi.
Untuk nasi, tim peneliti yang menguji delapan resep dan 38 jenis beras di Sri Lanka menemukan bahwa menambahkan sejenis lemak sebelum memasak nasi, dan langsung mendinginkannya begitu matang, bisa mengubah pati di dalamnya secara drastis.
James mengatakan, minyak berinteraksi dengan pati dalam nasi dan mengubah arsitekturnya. Mendinginkan nasi dapat membantu memulai perubahan pati.
"Hasilnya adalah sajian yang lebih sehat, bahkan ketika dihangatkan kembali," ujarnya.
Ketika teknik ini digunakan pada jenis beras yang paling tidak sehat, tim peneliti mendapati bahwa terjadi pengurangan kalori hingga 10-12 persen.
Mereka pun memprediksikan bahwa untuk jenis beras yang terbaik, pengurangan kalori bisa mencapai 50-60 persen.


#GresikBaik
#InfoGresik
#Gusfik