Cara KSP Memantik Kemandirian Ekonomi Warga di Tengah Pandemi Lewat Batik Tulis


Kreasi Sungai Putat (KSP) ikut menyemarakkan Hari Batik Nasional, Jumat (2/9). KSP menggelar kegiatan secara virtual untuk pembuatan batik tulis kreasi dan adaptif corak khas Kalimatan.

Demontrasi proses pembatikan dari desain hingga pewarnaan dilakukan secara virtual karena pandemi COVID-19. Kendati demikian, acara tersebut tetap berlangsung dengan baik.

"Dimulai pukul 09.00 - 11.00 WIB kegiatanya," kata Ketua Kreasi Sungai Putat, Syamhudi.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Kalimantan Barat mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak semua pihak turut melestarikan warisan leluhur dan berinovasi di tengah pandemi.

"Bagi KSP batik tulis juga sebagai medium kampaye lingkungan dan mengenalkan kearifan lokal," ujar Syamhudi yang juga Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Provinsi Kalimantan Barat.

Motif Batik Tulis 'GAMPAR'

Pria yang mendapat penghargaan dari Kementerian PUPR tahun 2019 dalam kategori Komunitas Peduli Sungai itu, motif Gambut & Paret (GAMPAR) merupakan kreasi corak insang versi batik tulis. GAMPAR sendiri bertemakan potensi pertanian lidah buaya, kawasan gambut dan parit kota.

"Segmentasi batik tulis ini merupakan kegiatan rakyat dalam menopang peningkatan penghasilan keluarga. Berjumlah 5-7 orang. Dengan nama Arts Culture KSP," ungkap Syamhudi yang juga Ketua Sekretariat Bersama Sangggar Cinta Tanah dan Air Khatulistiwa (Sangsakha).

"Kedepan kita juga akan menyusun katalog warna alam batik tulis. Caranya dengan memanfaatkan keragaman hayati yang tumbuh sebur di lahan gambut," pungkasnya.

Kumparan

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik