Banyak yang Jadi Investor saat Corona, Apa Penyebabnya?


Investor ritel mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Untuk di Indonesia sendiri berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ada 1,2 juta orang yang memiliki Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 12%.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan, tumbuhnya minat investasi masyarakat sangat baik bagi sektor keuangan di Indonesia. Di sisi lain, hal ini juga berdampak baik bagi pengelolaan keuangan para generasi milenial.

“Pemerintah menangkap adanya investasi yang terbangun atau minimal pengelolaan keuangan. Kita menyambut baik fenomena ini sangat positif dalam rangka untuk pengembangan sektor keuangan kita,” ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (6/10/2020).

Menurut Deni, ada beberapa hal yang membuat akhirnya milenial memilih untuk investasi. Pertama adalah para generasi milenial ini kebingungan untuk memanfaatkan uang yang dimiliki.

“Yang menjadi konsen adalah, masuknya atau tumbuhnya investor ritel ini pertama adalah dia punya uang yang biasanya dipakai untuk ke kafe, ke bioskop punya duit keliling dunia tiba-tiba enggak bisa mereka bingung ini duit tambahan mau diapain nih,” jelasnya.

Yang kedua adalah, generasi milenial melihat ada peluang uang yang dimilikinya bisa meningkat jika diinvestasikan di pasar modal. Hal ini berkaca dari kasus krisis keuangan di tahun 2008.

“Kemudian dia melihat peluang untuk spekulasi. Mikirnya begitu harga saham rontok ini pengalaman dari tahun 2008 dulu, ketika harga saham jatuh nanti dia bisa make money bisa bikin keuntungan besar,” jelasnya.

Okezone

#GresikBaik
#infogresik
#Gusfik