Ibu Muda Mau Mulai Investasi, Ini 3 Langkahnya



Siapa bilang jadi ibu rumah tangga (IRT) tidak bisa investasi? Tentu saja bisa asal mau mencoba.

Kendati demikian, ada langkah-langkah khusus yang harus dimengerti ibu rumah tangga. Sebetulnya, langkah ini tidak berbeda dengan langkah yang disuguhkan untuk investor pemula.

Namun, ada beberapa perbedaan yang juga mempengaruhi investasi Anda di masa depan.

Untuk itu, berikut Kompas.com jabarkan di bawah ini.


1. Pahami profil risiko

Tidak hanya bagi investor pemula, ibu rumah tangga juga mesti melewati tahap ini. Sebab dengan memahami profil risiko, Anda akan tahu ke mana dana Anda berlabuh.

Tidak lupa, Anda juga harus mengetahui tujuan keuangan Anda di masa depan. Untuk dana pensiun misalnya, pilihlah instrumen investasi jangka panjang dengan return tinggi, atau bisa juga pilih investasi jangka panjang yang lebih aman.

"Tiap orang berbeda-beda tujuannya. Setiap orang juga punya profil risiko yang berbeda-beda, ada yang berani (agresif), ada yang main aman (konservatif). Jadi kenali dulu maunya seperti apa," jelas blogger sekaligus ibu muda Rahne Putri di Jakarta, Kamis (26/9/2019).


2. Sesuaikan profil risiko

Setelah memahami profil risiko, sesuaikanlah profil risiko dengan instrumen investasi. Di sinilah yang membedakan ibu rumah tangga dengan investor pemula yang kebanyakan milenial.

Jika milenial cenderung agresif karena belum ada tanggungan atau kebutuhan mendesak, ibu rumah tangga sebaliknya. Kebanyakan, ibu rumah tangga akan bermain konservatif untuk mengecilkan risiko yang timbul.

"Bagi ibu rumah tangga biasanya profilnya konservatif, jadi bisa menaruh dananya di emas, peer to peer lending untuk usaha, atau deposito," kata Rahne.

Kendati demikian, tidak semua ibu rumah tangga memiliki profil konservatif. Ada juga yang agresif atau moderat dalam berinvestasi. Bagi Anda yang agresif, bisa saja menaruh aset di saham agar mendapat return yang lebih terasa.

Tapi perlu diingat, hal itu mesti kembali disesuaikan lagi dengan profil risiko dan kenyamanan Anda.

"Bagi saya penting untuk tahu risikonya seperti apa, baru nanti ditentukan dari situ," ucap Rahne.


3. Berani mencoba

Setelah menyesuaikan, poin terakhirnya adalah berani mencoba, bukan hanya mencari tahu. Anda akan tahu lebih banyak saat mencoba. Pun bisa belajar di dalamnya.

"Pokoknya harus berani nyoba dulu sih. Saya sendiri belajar lebih banyak karena memulai dulu. Dari situ saya ngerti 'oh, jadi begini cara mainnya'. Kalau enggak mau mencoba kesempatan belajarnya jadi hilang," tuturnya.


KMPS