GIMIK SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI MARKETING

Bagi orang awam bisa jadi tak begitu mahfum dengan gimik yang menjadi bagian dari strategi marketing satu produk. Padahal akhir-akhir ini sering sekali terdengar kata ‘gimmick’, khususnya apabila kita mengikuti berita dunia hiburan.

Film berjudul xxx hendak tayang makanya dibikin gimik penonton kesurupan. Film berjudul yyy hendak tayang maka diciptakan gimik bahwa pemainnya saling jatuh cinta. Sepasang suami istri diberitakan bertengkar hebat sehingga menarik banyak perhatian pemirsa televisi dan warganet untuk mengikuti beritanya. Dan tak lama kemudian muncul produk baru dari pasangan itu tadi. Orang-orang yang penasaran akhirnya berbondong-bondong memborong produk tersebut.

Gimik Sebagai Strategi Marketing
Gimik sebagai strategi marketing akhir-akhir ini mulai dilirik untuk menaikkan nama atau meningkatkan brand awareness suatu produk. Ada gimik yang baik, dan banyak yang menggunakan gimik buruk. Gimik yang berhasil tentu akan meningkatkan penjualan, seingga menghasilkan banyak keuntungan.

Sebelum jauh membahas tentang strategi marketing menggunakan cara ini, hal yang juga musti kita tahu sebenarnya apa sih, pengertian gimik itu sendiri? Haruskah gimik selalu mengumbar-umbar urusan pribadi atau rumah tangga untuk menarik perhatian calon pembeli?

Apa itu Gimik?
Gimik adalah salah satu strategi marketing yang sengaja didesain untuk menarik perhatian calon kustomer. Gimik menonjolkan diferensiasi (faktor pembeda suatu produk dengan bentukan yang lain), positioning, dan menggunakan kreatifitas agar mampu menarik minat calon pembeli.

Di era persaingan bisnis yang jor-joran seperti sekarang ini, gimik hampir bisa dikatakan selalu berhasil menarik perhatian. Bentuk gimik itu bisa berupa display produk dengan menggunakan banyak warna mencolok dan mencorong, desain logo yang unik, dan lain-lain.

Apa Contoh Gimik itu?
Melakukan gimik tak harus ‘menjual’ kisah pribadi untuk dimamah masyarakat luas. Masih ada banyak cara gimik yang atraktif dan menarik tanpa harus mengumbar-ngumbar perihal di ranah pribadi. Di bawah ini adalah contoh gimik sebagai salah satu strategi marketing.

1. Nama yang Catchy
Sila memberi nama pada produk dengan nama yang catchy, mudah diingat, mudah diucapkan, dan mengena – saat disebutkan satu ‘nama’ tersebut pikiran langsung terarah pada produk tersebut. Sebut saja ‘Apple’, pasti orang akan terasosiasi pada produk komputer tertentu.

2. Berani Berbeda
Strategi Marketing Gimik

Seumpama Anda sedang menyiapkan sebuah menu untuk membuka warung makanan, beranilah bereksperimen dalam menciptakan resep. Banyak gerai es krim yang menjual berbagai jenis dan rasa es yang diminati konsumen. Ambillah contoh menu baru es kepal milo benar-benar menjadi terobosan. Padahal bentuknya hanyalah semacam es serut yang dipadatkan, lalu ditambahi milo kental dan diberi tambahan topping.

‘Es krim’ yang berbeda tersebut mengundang rasa penasaran dan minat banyak sekali calon pembeli. Tak heran bila dalam waktu singkat es kepal Milo menjadi booming.

3. Pergunakan Kemajuan Teknologi dan Media Sosial
Bila sedang melakukan launching produk, pergunakan fasilitas video live streaming, baik melalui Instagram, Youtube, dan yang lainnya. Pergunakan tools media sosial untuk menjaga calon konsumen tetap terhubung dengan produk yang sedang dipromosikan.

4. Beriklan dengan Cara Tidak Biasa
Strategi Marketing Gimik

Kreatifitas tak selalu berarti mahal. Memasang produk sebagai kaca pelindung bagian belakang mobil bisa dijadikan salah satu altenatif beriklan. Mengecat mobil dengan logo perusahaan atau logo produk juga menjadi salah satu cara menarik dalam bergimik.

Contoh beriklan menarik dengan cara yang tidak biasa bisa kita cermati sebagaimana gambar produk mcdonalds terlampir yang diunggah “ideenwunder.at” dan juga gambar produk kitkat yang diunggah oleh situs “baitinternet.com.br” ini.

5. Beri Batasan Waktu
Pergunakan waktu khusus untuk memberi diskon. Waktu-waktu tertentu itu bisa mengambil hari libur nasional, hari libur keagamaan, atau hari spesial lainnya.

6. KIS alias Keep It Simple
Terkadang, gimik yang paling baik adalah tidak melakukan gimik sama sekali. Produk yang berkualitas baik dengan harga masuk akal dan terjangkau sudah mampu mendatangkan kepercayaan dari calon pembeli dan mendatangkan banyak keuntungan. Masa awal membangun brand awareness bisa jadi menjadi masa-masa berat dan sulit. Tapi rekomendasi dari pelanggan yang puas terhadap sebuah produk tersebut merupakan iklan paling berhasil dan mujarab (dan sekarang telah ‘diadopsi’ menjadi sebuah pekerjaan yaitu influencer).

Gimik akan mengundang banyak calon pembeli untuk mencoba. Namun kualitas produk yang baik, harga terjangkau, dan rekomendasi orang-orang yang puas menggunakan produk tersebut akan membuat pelanggan akan kembali dan menggunakan lagi produk-produk tersebut.

7. Mencatat
Catat setiap strategi marketing berujud gimik yang telah dilakukan. Mana yang telah berhasil dan mendatangkan baik keuntungan dan kepercayaan dari banyak calon konsumen. Strategi gimik mana yang tidak berhasil dan malah merugikan penjualan. Selain itu, catat pengeluaran uang untuk biaya gimik itu sendiri. Pun, ketika strategi gimik telah menghasilkan banyak keuntungan, catat juga di buku kas, bisa dengan manual, atau bisa pula memilih yang lebih baik dan aman yaitu dengan buku kas online, yang salah satunya adalah aplikasi buku kas online AKUNbiz.

Meski hampir selalu berhasil menarik minat calon konsumer, gimik sebenarnya memiliki dua kemungkinan yang sama-sama besar; berhasil atau gagal. Ada satu contoh tentang sesi film mengenai komedian Betawi yang terkenal. Disinyalir dalam promosi filmnya menggunakan gimik. Perhatian masyarakat sangat besar saat itu; antara menghujat aktor utama pemeran tokoh legendaris Betawi dan yang tetap berpikiran positif akting aktor tersebut layak mendapat acungan jempol.

Seberapa berhasil dan hebohnya gimik tersebut, hasil akhir tetap mengatakan bahwa film itu tak berhasil-berhasil amat diterima masyarakat. So, pilihlah gimik dan cara yang sekiranya menarik perhatian calon konsumen namun tidak berpotensi membuatnya gagal dan jatuh di pasaran. [des].